Sumbawa Barat – Perusahaan tambang operator Batu Hijau Amman Mineral baik Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) maupun Amman Mineral Industri (AMIN) kedepan yang akan membangun Smelter, diharapkan dan diingatkan jangan seperti penjajah di negeri orang.

Hal tersebut disampaikan Indra Irawan LM Ketua DPC Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumbawa Barat.

” Kami menilai sejauh ini pola seperti penjajah dipraktekkan Managemen Amman Mineral, mereka memilih dan membatasi hak asasi manusia mendapatkan hal yang sama keadilan, ruang yang diberikan kepada masyarakat sebatas apa yang mereka suka, dan ini tidak baik apalagi Amman perusahaan kelas dunia, ” tandas Indra.

Penilaian Indra, disampaikan terkait beberapa masalah di Amman Mineral yang dirasakan jauh seperti kinerja PT Newmont Nusa Tenggara selaku operator tambang Batu Hijau sebelumnya yang profesional dan lebih terbuka.

” Padahal diawal komitmen Managemen Amman Mineral menyampaikan tidak akan berubah pola kerja dan pemberdayaan masyarakat dari NNT ke Amman Mineral,” kata Indra mengingatkan.

Persoalan akses informasi dan tenaga kerja diantara hal yang disorot Indra, selain pemberdayaan masyarakat yang menurutnya jauh dari harapan seperti Newmont dulu, padahal disisi lain mereka mengeruk hasil bumi ditempat yang sama dan hasil yang nota bene juga semakin berlimpah di Sumbawa Barat, termasuk tambahan cuan dari hasil scrab.

Soal tenaga kerja misalnya Indra mengatakan, banyak sekali laporan tenaga kerja lokal eks perusahaan PT NNT yang masih produktif merasa sulit mendapatkan akses pekerjaan kembali di tambang batu hijau, padahal sebelumnya mereka dijanjikan kembali direkrut setelah berganti operator tambang, namun jangankan di perusahaan induk Amman Mineral dibeberapa sub kontraktor saja beberapa karyawan eks NNT tersebut merasa sulit dapat akses.

Padahal sertifikat karyawan PT NNT standar Internasional buktinya mereka banyak bekerja di luar KSB meski terpaksa karena tuntutan hidup.

Kemudian soal akses informasi, Publik Relation Amman Mineral jauh dari komitmen seperti PT NNT, disatu sisi pekerja media membutuhkan keseimbangan dalam menyajikan berita, belakangan Amman Mineral hanya melayani media tertentu untuk akses informasi tersebut.

” Saya sendiri adalah orang yang termasuk intens memberikan masukan positif terhadap Publik Relation Amman Mineral diawal – awal, bagaimana membangun hubungan baik dan sinergi dalam rangka menyajikan informasi berkwalitas sebagai hak publik, namun entah mengapa belakangan pihak PR ini sulit sekali dihubungi saat konfirmasi, sementara staf Managemen lainnya saat dikonfirmasi enggan bicara ke media dan selalu diarahkan ke PR karena satu pintu informasi,” ungkap Indra.

Ini hal menjadi rumit menurut Indra, padahal ada banyak persoalan ditengah masyarakat dan pihak berkepentingan terhadap Amman Mineral menuntut informasi via media, kalau kemudian berita yang disajikan tidak berimbang, justru Amman Mineral sendiri merasa dirugikan padahal media sudah kerap kali minta konfirmasi namun tidak ditanggapi.

” Jangan karena media mengangkat berita demo misalnya dan kritikan terhadap Amman Mineral lalu dianggap media tersebut merugikan perusahaan, inilah bentuk penjajahan yang kami maksud, memilih milih dan anti kritikan dan menebas pihak yang membuat mereka tanda petik merasa merugikan,” kata Indra.

Terakhir Indra menegaskan, media punya kode etik selalu mengedepankan keseimbangan informasi, jangan kemudian menjustifikasi media tertentu mengangkat informasi merugikan.

” Ini jaman serba dan semakin terbuka, tak mesti ada yang ditutupi, kalau kemudian ada media yang angkat berita yang dinilai negatif maka ada hak jawab jangan sulit diberikan akses, media memberikan hak yang sama apalagi publik saat ini menuntut informasi, apalagi sekarang ada Media Social publik sendiri bebas bicara semaunya, jadi salah kalau PR Amman Mineral memilah Milah dan sulit tanggapi persoalan publik, harusnya mereka responsif agar publik tercerahkan dan punya hak mengetahui keberlangsungan perusahaan tambang ini,” demikian ujar Indra.

Catatan Indra Irawan LM, Ketua DPC Serikat Media Siber Indonesia Kab. Sumbawa Barat dan Ketua DPW Jurnalis Online Indonesia Provinsi NTB.

 

 

 

Post ADS 1
Artikel sebelumyaNonton MXGP Samota, Bocah 5 Tahun Tersesat Pisah dari Ortu
Artikel berikutnyaForkopimda Sampaikan Soal Pembangunan Smelter, Sekaligus Tepis Keraguan Publik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here