oleh

Amman Dituding Ada Skenario Bangun Smelter, Format KSB Minta Pusat Cabut Ijin PT AMNT

Sumbawa Barat – Forum masyarakat untuk tranparansi (Format) Sumbawa Barat kembali bersuara terkait pembangunan Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

Format KSB mendesak Pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian ESDM untuk mencabut ijin operasional  PT. AMNT seiring terusnya penundaan pembangunan tempat pengolahan dan pemurnian bahan tambang atau smelter.

“ Terlalu banyak skenario perusahaan untuk mengelabui pemerintah terkait pembangunan smelter,mulai claim progres report smelter 24 % yang tidak rasional,bahkan maraknya spanduk-spanduk yang mendeskreditkan masyarakat ,” ujar Joni Saputra dalam siaran pers yang diterima KMC Media Group, Senin (21/6/2021).

Menurut Joni,  saat ini ada penilaiaan seolah-olah ada masyarakat yang menghalangi pembangunan smelter dan ini menurutnya, merupakan fitnah dan upaya mengadu domba masyarakat dan cara-cara seperti ini dapat menimbulkan instabilitas dan menggangu  kondusifitas daerah.

“ Sebagai masyarakat sumbawa barat tentu kami berharap kepada Pemerintah tidak mesti memberikan kelonggaran secara berlebihan kepada AMNT,sebab ini akan menjadi preseden buruk dalam penegakan supremasi hokum,” tandas Joni

Jika pemerintah sambungnya,  terus diperdayai oleh AMNT dengan memberikan ijin ekspor konsentrat maka tidak hanya sumbawa barat  sebagai pemilik SDA akan rugi tetapi bahkan negara akan kehilangan marwah dan kedaulatan.

Dalam pandangan Joni lagi, AMNT mangkir dalam kewajibannya membangun smelter sesuai amanat undang-undang no.3 tahun 2020 tentang perubahan UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan Batu Bara ,pasal 103 ayat 1 ” Pemegang IUP atau IUPK pada tahab operasional wajib melakukan pengolahan dan atau pemurnian mineral hasil penambangan di dalam negeri.

Oleh sebab ditegaskannya, pemerintah harus menujukan sikap tegas dan tidak dapat di tolerir lagi agar segera mengevaluasi kembali ijin Operasioanl PT.AMNT bila perlu cabut ijin operasional.PT.AMNT,dan ini ada di atur dalam  Undang-undang.

“Kali ini Negara harus menunjukkan kedaulatannya dan tidak membiarkan pembangunan smelter terus berlarut-larut, sejauh ini faktanya smelter tdk menunjukan progres pekerjaan yg signifikan,”katanya.

“ Gubernur,sebagai perpanjang tangan dari Kementerian SDM dapat memberi rekomendasi terkait penghentian aktivitas pertambangan PT.AMNT sesuai regulasi yg ada jika AMNT terus berupaya mendunda-nunda pembangunan smelter,” pungkas Joni Saputra.

Sementara itu, seperti dilansir media sebelumnya, PT AMNTmenargetkan pembangunan smelternya di  Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) rampung pada 2023 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT AMNT Rachmat Makkasau.

Rachmat menegaskan bahwa perusahaan akan berkomitmen membangun smelter sesuai dengan yang diamanatkan oleh pemerintah, dengan rencana penyelesaian pada 2023.

“Target ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 17 tahun 2020, di mana pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian terhadap jadwal penyelesaian proyek smelter sampai tahun 2023,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan perkembangan pembangunan smelter baru ini. Dia mengatakan, verifikasi kemajuan proyek smelter periode Agustus 2020 hingga Januari 2021 telah selesai pada Maret 2021 lalu. Dari hasil verifikasi tersebut, total kemajuan fisik smelter Amman mencapai 26,6% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 26,7%.

“Ini berarti persentase pencapaian kemajuan fisik terhadap rencana pembangunan sampai dengan Januari 2021 adalah sebesar 99,35%, melampaui target minimal 90% setiap enam bulan,” jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah dalam tahap evaluasi final beberapa konsorsium kontraktor EPC (Engineering, Procurement, and Construction) dan ditargetkan menetapkan pemenang lelangnya dalam waktu dekat ini.

“Amman menargetkan untuk menyelesaikan proses penentuan pemenang tender EPC dalam waktu dekat. Proses perizinan terkait konstruksi, logistik, dan bangunan juga terus dijalankan secara paralel dengan dukungan pemerintah daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga seperti dilansir media menyatakan kepastian pembangunan smelter ini merupakan kabar baik bagi pemerintah daerah. Pihaknya siap membantu Amman dalam pembangunan smelter ini.

“Penting sekali bagi Amman untuk fokus pada pembangunan smelter, karena akan membawa dampak positif bagi masyarakat,” paparnya.

Karena dampak pandemi Covid-19, Amman Mineral Nusa Tenggara pun menurunkan target kapasitas input konsentrat tembaga proyek smelter barunya ini menjadi 900 ribu ton dari target semula 1,3 juta ton.(K1)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya