Alumni Al-Ikhlas Asal Seloto Menjadi Koordinator Pendidikan Non Formal di Malaysia

KMCNews – Putra asal Seloto yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang Sumbawa Barat, Taufiq Hasyim Salengke diangkat sebagai Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Kamis 1 Maret 2018 pagi.

Peresmian PKBM Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur-Malaysia terlaksana di sela-sela kegiatan pertemuan para Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara (SEAMEO) yang berlangsung Malaysia.

Turut hadir Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, para diplomat, ekpatriat, dosen dan guru serta perwakilan beberapa organisasi masyarakat Indonesia.

Taufiq Hasyim Salengke yang dihubungi KMC via telepon selularnya mengisahkan bahwa setelah lima tahun mengemban tugas sebagai Koordinator Pendidikan Non Formal (PNF) KBRI Kuala Lumpur, kini mendapat tugas baru sebagai Ketua PKBM KBRI Kuala Lumpur.

“Ini adalah amanat yang harus diembankan dengan baik demi terlaksananya akses pendidikan bagi warga negara Indonesia yang selama ini tidak berkesempatan belajar di Malaysia,” tutur Taufiq yang bertekat untuk berbuat lebih baik lagi demi sesama warga Indonesia termasuk banyak sekali warga NTB yang bekerja di Malaysia untuk ikut bergabung di PKBM agar bisa mengikuti ujian paket kesetaraan sesuai jenjang yang diinginkan.

KBRI Kuala Lumpur membuka layanan pendidikan non formal (PNF) bagi seluruh masyarakat Indonesia di Malaysia khususnya wilayah Semenanjung. Layanan pendidikan non formal ini disediakan oleh kantor perwakilan RI secara gratis untuk memberikan bimbingan belajar hingga penyelenggaraan ujian kesetaraan Paket A (jenjang SD) Paket B (jenjang SMP) dan Paket C (jenjang SMA).

PKBM KBRI Kuala Lumpur telah terdaftar di Kemdikbud dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional atau NPSN No.P9959640. Karena ini meliputi satu negra, maka bagi warga negara Indonesia yang berdomisili jauh dari Kuala Lumpur akan akan dibuka Tempat Kegiatan Belajar (TKB).

“Pendaftaran bisa dilakukan secara online dan kami sudah sediakan link untuk mengunduh persyaratan dan formulir pendaftaran. Dengan ini, semua warga negara Indonesia akan dapat terlayani dengan baik dan mudah sesuai maksud dibukanya pusat layanan pendidikan bagi WNI ini,” papar Taufiq lagi. (K1)