Sumbawa Barat — Di balik sosoknya yang dikenal tegas dan keras dalam melatih, Mukhdar Doris, 48 tahun, putra asli Lingkungan Motong, Taliwang, menyimpan kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda.
Keaktifannya membina anak-anak di lingkungan Sampir lahir dari keprihatinan mendalam terhadap ancaman narkoba yang semakin mengintai remaja di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Sudah tujuh tahun Mukhdar mengabdikan diri melatih puluhan anak muda dari generasi ke generasi. Setiap sore ia hadir di lapangan, memberikan pelatihan dasar sepak bola, disiplin, dan pembinaan mental tanpa meminta bayaran sepeser pun. Baginya, aktivitas ini adalah bentuk amal jariyah sekaligus cara menjaga anak-anak agar tetap berada di jalur positif.
Perjalanan kepelatihannya dimulai secara otodidak. Berbekal kemauan kuat, ia akhirnya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan lisensi D bersama Persija Jakarta melalui dukungan PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
Tak berhenti di situ, Mukhdar juga diberangkatkan untuk menimba ilmu dan pengalaman di PSS Sleman selama satu bulan, sebuah kesempatan yang semakin mengasah kemampuan serta wawasannya dalam melatih.
Meski begitu, perjuangannya membina anak-anak tidak selalu mudah. Mukhdar kerap menghadapi keterbatasan fasilitas dan biaya. Selama ini, kebutuhan latihan mulai dari bola hingga peralatan dasar lainnya ia penuhi dengan dana pribadi.
Ia berharap ada pihak yang tergerak untuk membantu, terutama dalam penyediaan bola dan perlengkapan latihan, agar kegiatan pembinaan dapat terus berjalan dan memberi manfaat lebih besar bagi generasi muda Sampir dan KSB.
“Selama anak-anak masih ingin belajar dan menjauh dari hal-hal negatif, saya akan tetap melatih,” ujarnya dengan penuh tekad.
Mukhdar menjadi contoh bahwa kepedulian, ketulusan, dan kerja keras bisa lahir dari mana saja—bahkan dari seorang pelatih lokal yang bekerja dalam senyap namun memberi dampak nyata bagi masa depan daerah.(K1)

Komentar