oleh

Amman Mineral Dukung Program Perhutanan Sosial, Kembangkan Potensi Hutan Sumbawa untuk Masyarakat Jangka Panjang

Sumbawa Barat – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) kembali menjadi pusat perhatian, dalam agenda Media Visit pada Rabu, 19 November 2025, di dua lokasi strategis  kawasan Perhutanan Sosial KTH Sagena Indah di Kiantar dan Demplot Kopi Rarak Rongis. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30–15.00 WITA ini memperlihatkan secara langsung bagaimana AMMAN bersama masyarakat menyiapkan berbagai langkah konservasi dan penguatan ekonomi lokal melalui dua program unggulannya, yakni PERTAMAS (Perhutanan Sosial dan Transformasi Penghidupan Masyarakat) serta Pengembangan Demplot Kopi Rarak Rongis menuju Good Agricultural Practices (GAP).

Kedua program ini menjadi wujud nyata implementasi pilar pemberdayaan ekonomi (Economic Empowerment) sekaligus pengelolaan lingkungan berkelanjutan dalam PPM perusahaan.

Di KTH Sagena Indah,  AMMAN membangun zona penyangga hutan melalui pendekatan agrosilvopastural yang memadukan pertanian, kehutanan, dan peternakan. Pada lahan seluas 5 hektar, tanaman sela seperti lamtoro, indigofera, turi, dan rumput odot ditanam sebagai sumber pakan ternak sekaligus penjaga kesuburan tanah. Sementara tanaman utama seperti mangga, kelengkeng, nangka, dan pohon asam dikembangkan sebagai investasi jangka panjang yang akan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Pendekatan terpadu ini memperkuat ketahanan pangan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan nilai ekonomi hutan bagi warga Desa Kiantar.

Program PERTAMAS sendiri dimulai sejak 2024 dengan studi PRA untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan potensi hutan di wilayah kerja KPH. Saat ini empat Kelompok Tani Hutan telah aktif terlibat dalam konservasi dan pengelolaan hutan, yaitu Sagena Indah, Batu Akik, Sampar Baru, dan Brang Lamar. Penguatan kelembagaan, pengembangan peta partisipatif, hingga penyusunan sistem mitigasi kebakaran menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan kawasan hutan.

Sementara itu, di Rarak Rongis, AMMAN memperlihatkan pengembangan kopi Robusta berkualitas tinggi yang telah dikenal sebagai fine Robusta dengan karakter rasa brown sugar dan spicy. Meski telah meraih penghargaan “Brand of The Year 2022”, produksi kopi Rarak masih terbatas karena kondisi kebun yang belum optimal. Untuk itu, AMMAN menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) mengembangkan empat demplot berstandar GAP di atas lahan satu hektar yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran budidaya dan pascapanen kopi. Program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas para petani, tetapi juga membuka peluang pengembangan kawasan edukasi kopi sebagai destinasi wisata agro.

Pendampingan ini diharapkan mampu memberikan dampak menyeluruh, baik secara ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah, secara ekologi melalui praktik budidaya berkelanjutan yang menjaga kualitas lingkungan, maupun secara sosial melalui penguatan kapasitas petani dan pembentukan ruang edukasi kopi untuk masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen jangka panjang AMMAN dalam mendukung pembangunan masyarakat Sumbawa Barat menuju masa pascatambang. Dengan mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial melalui program PERTAMAS dan pengembangan kopi Rarak Rongis, AMMAN menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat serta memastikan kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Ketua KTH Sagena Indah, Alfian dalam keterangan Persnya menyatakan rasa syukur atas dukungan Amman melalui program ini, menurutnya program yang dijalankan saat ini diwilahnya merupakan harapan yang selama ini dapat terwujud dalam pengembangan peternakan bagi masyarakat Sagena dan sekitarnya yang dikenal selama ini memiliki usaha peternakan Kambing dan Sapi.

” Dengan adanya program dan dukungan amman mineral ini, kami optimis untuk terus mengembangkan potensi yang kami harapkan selama ini dalam usaha peternakan dan pertanian dilingkungan kami,”ujar Alfian.

Senada dengan Alfian, Warga Rarak Hamzah juga mengaku bersykur akhirnya lahannya bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan adanya dukungan program Amman untuk pengembangan Kopi Rarak berkwalitas.

“Kami sangat terbantu dan punya ilmu baru dalam bertani Kopi, lahan kami juga menjadi lebih bermanfaat,”ujar Hamzah.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *