oleh

Pendidikan Akhlak Masa Pandemi

Oleh : YULIA AZZAHARA NURAWWALY

Kondisi yang dihadapi saat ini memang dirasakan tidak mudah bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan di Indonesia.Perubahan pola pendidikan yang biasanya proses pembelajaran datang kesekolah atau tatap muka untuk sementara tidak diperkenankan sebagai upaya untuk mencegah dan memutus penyebaran mata rantai virus korona. Hal ini tentu menjadi hal baru baik bagi siswa, orang tua dan guru. Persoalan Pandemi yang melanda dunia secara global telah melumpuhkan tatanan kehidupan umat manusia dari aspek ekonomi, sosial, budaya, gaya hidup dan akhlak. Tidak terkecuali dalam hal ibadah dan akhlak dalam Islam. Diantaranya cara bersilaturrahmi, cara beribadah dan sampai kepada penampilan.

Kata Kunci: Pendidikan Akhlak dan Masa Pandemi

Banyak dari berbagai kalangan manusia beranggapan bahwa, tabiat dan akhlak manusia tidak mungkin bisa dirubah. Akan tetapi sang Imam Ghazali membantah semua anggapan tersebut, sebab akhlak manusia bisa dirubah melalui pendidikan akhlak berdasarkan kepada kenyataan diutusnya Rasulullah SAW. yaitu untuk merubah akhlak manusia yang buruk menuju akhlak yang baik.

Di masa pandemi hari ini, berbagai elemen hingga masyarakat secara kolektifsedang melawan covid-19 dan berharap wabah ini lekas berakhir, sebab dampak dari wabah ini bukan hanya nyawa seseorang yang terancam meninggal tapi semua sektor terutama; Ekonomi, dan Pendidikan. Namun masyarakat tak hentinya diberitakan oleh media massa dengan perilaku-perilaku norak dan kerap merugikan orang lain. Hal ini memang sudah menjamur sampai detik ini di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan tidak bisa dijadikan sebuah tuntunan atau teladan yang diikuti misalnya; minuman keras, narkoba, perjudian, dan kekerasan sexsual dikalangan muda.

Tentunya fenomena semacam hal ini sangat meresahkan, harus ada upaya untuk menghentikan segala macam aktifitas buruk tersebut. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,”Sesungguhnya manusia jika melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan azab-Nya, yang juga akan menimpa mereka.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut perlu kita ingat bahwa pentingnya kita membekali secara dini dalam ruang lingkup keluarga atau mengingatkan kepada orang-orang terdekat kita seperti saudara, kerabat, tetangga, dan masyarakat akan pentingnya; pendidikan akhlak, rasa takut kepada Allah, dan aktifitas yang positif.

Pendidikan Akhlak dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didikagar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatanpotensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.(Rofiah, 2016)

Pendidikan Akhlak, para kyai terdahulu selalu mengajarkan kepada santri-santrinya untuk mendahulukan Akhlak dari Ilmu, sebab Akhlak lebih tinggi dari Ilmu. Banyak orang yang berilmu namun jauh dari Akhlak yang baik. Dengan pendidikan akhlak maka setiap orang dalam dirinya akan tercermin perilaku yang baik. Tidak seenaknya melakukan perilaku-perilaku yang imoral.

Pendidikan Akhlak merupakan salah satu dari ajaran Islam yang harus dimiliki oleh setiap individu muslim dalam menunaikan kehidupannya sehari-hari. Oleh karena itu, akhlak menjadi sangat penting artinya bagi manusia dalam hubungannya dengan sang Khaliq dan dengan sesama manusia. Akhlak agar mempengaruhi kualitas kepribadian seseorang yang menyatukan pola berpikir, bersikap, berbuat, minat falsafah hidup dan keberagamannya. Akhlak yang merupakan situasi batiniah manusia memproyeksikan dirinya kedalamperbuatan-perbuatan lahiriyah yang akan tampak sebagai wujud nyata dari hasil perbuatan baik atau burukmenurut Allah SWT dan manusia. Kesempurnaan kepribadian seseorang akan sangat dipengaruhi olehintensitas akhlaknya.(Suryadarma & Haq, 2015)

Pendidikan Akhlak dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan disengaja untuk memberikan bimbingan, baik jasmani maupun rohani, melalui penanaman nilai-nilai Islam, latihan moral, fisik serta menghasilkan perubahan ke arah positif, yang nantinya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan, dengan kebiasaan bertingkah laku, berpikir dan berbudi pekerti yang luhur menuju terbentuknyamanusia yang berakhlak mulia, di mana dapat menghasilkan perbuatan atau pengalaman dengan mudah tanpaharus direnungkan dan disengaja atau tanpa adanya pertimbangan dan pemikiran, yakni bukan karena adanya tekanan, paksaan dari orang lain atau bahkan pengaruh-pengaruh yang indah dan pebuatan itu harus konstan (stabil) dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sering sehingga dapat menjadikebiasaan.(Zaman, 2019)

Dasar dan Tujuan Pendidikan Akhlak Dasar pendidikan akhlak adalah al-Qur’an dan al-Hadits, karena akhlak merupakan sistem moral yang bertitik pada ajaran Islam. Al-Qur’an dan al-Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam menjelaskan kriteria baik dan buruknya suatu perbuatan. Al-Qur’an sebagai dasar akhlak menjelaskan tentang kebaikan Rasulullah SAW sebagai teladan bagi seluruh umat manusia.(Zaman, 2019)

Suatu hal yang ditekankan dalam Islam adalah pendidikan akhlak wajib dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling kondusif untuk menanamkan kebiasaan yang baik. Yang dimaksud dengan pendidikan akhlak adalah pembiasaan seorang anak untuk berakhlak baik dan berperangai luhur sehingga hal itu menjadi pembawaannya yang tetap dan sifatnya yang senantiasa menyertainya.Termasuk dalam pendidikan akhlak adalah menjauhkan anak dari akhlak yang tercela dan perangai yang buruk. Seorang anak akan tumbuh sesuai dengan kebiasaan yang ditanamkan oleh sang pendidik terhadapnya. Tentang ini Ibnal Qayyim rahimahullah berkata:Termasuk sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh anak kecil adalah perhatian terhadap perkara akhlaknya. Karena, ia akan tumbuh sesuai dengan apa yang dibiasakan oleh pendidiknya dimasa kecilnya.(Bafadhol, 2017)

Lalu bagaimana dengan persoalan pandemi yang terjadi di negarakita? Ada banyak perubahan yang terjadi, diantaranya perubahan gaya hidup, gaya beribadah dengan Tuhanya,bahkan sampai pada perubahan akhlak dan etika. Keadaan ini memancing penulis untuk mengakaji lebihdalam tentang bagaimana pendidikan akhlak dimasa pandemi.

Pendidikan Akhlak dimasa Pandemi Selama berubahnya wajah pendidikan dari semula tatap muka berubah menjadi tatap maya dengan menggunakan belajar online. Kebijakan ini dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan. Selama pembelajaran online yang dilakukan dari rumah diperlukan peran orangtua dalam membantu keberlangsungan belajar anak. Dukungan orangtua dalam belajar di rumah merupakan hal yang wajar dilakukan mengingat selama masa covid anak lebih banyak dirumah dari pada pergi ke sekolah. Dengan belajar dirumah dibawah bimbingan orangtua anak juga akan memperoleh bekal pembelajaran yang sesuai ia peroleh masa belajar offline di sekolah. Untuk itu dengan pembelajaran online saat ini yang dilakukan peran orang tua lebih dalam pendampingan belajar anak.(Nasution & Suharian, 2020)

Keluarga sebagai pendidikan informal merupakan tanggung jawab orang tua dalam membentuk akhlak, keimanan anak-anaknya di rumah disamping munculnya masa covid -19. Oleh karena itu orang tua memilki tanggung jawab penuh atas pendidikan anak di rumah secara informal. Orang tualah yang dapat membentuk karakter dan kepribadian anaknya. Tanggung jawab orang tua tidak hanya sekedar membangun silaturrahmi dan menurunksn keturunan. (Jailani, 2014)

Tugas utama orangtua adalah menciptakan bangunan dan menciptakan suasana proses pendidikan keluarga sehingga melahirkangenerasi yang cerdas berakhlak mulia yang dapat dijadikan sebagai pijakan yang kokoh dalam menapaki kehidupan. Tanggung jawab ini utuh dibebankan pada orang tua sebagai penanggung jawab utama dalam pendidikan keluarga. Perlakuan orang tua terhadap anak dapat membentuk dan pengaruh karakter anak.

Baca Juga : Dampak Penggunaan Elektronik (Handphone) Terhadap Akhlak Anak

Teladan dimasa pandemi

Dalam hal ini penguatan yang diberikan orangtua adalah contoh terbaik dalam pandangan anak,karena segala tindak tanduknya, sopan santunnya, cara berpakaiannya dan tutur kata orangtua akan selalu diperhatikan dan akan ditiru oleh anak. Oleh karena ituorangtua diharapkan mampu memberikan contoh yang baik dengan cara yang benar,kadangkala dalam memberikan contoh tauladan yang baik, orang tua kadang menyepelekan atau kurang memperhatikan proses penyampaiannya meskipun itu outputnya sama. Dimasa pandemi teladan yang dulunya harus silaturrahmi keluar, berjabat tangan sebelum berangkat keluar rumah berubah sebagaimana protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah. Orang tua terus memberikan contoh dan pemahaman kepada keluarga untuk terus bertindak cerdas dalam beragama dan
bernegara.

Pembiasaan dimasa pandemi

Dalam ilmu psikologi, kebiasaan yang dilakukan seseorang sangat berhubungan dengan contohtauladan yang menjadi panutan dalam bertindak. Menurut Saepul, ada syarat yang perlu diperhatikan dalam pelasanaan pembiasaan kepada anak, sebagai berikut. Mulailah dari hari ini, sebelum terlambat, karena sesuatu yang tidak dibiasakan dari dini akan berdampak pada dewasanya, sebab anak akan memiliki kebiasaanlain yang berlawanan pembiasaan memang butuh usaha keras, namun ini harus dilaksanakan dengan terusmenerus

Metode pembiasaan

Metode ini merupakan sebuah pembiasaan yang memberikan kita konsekuensi, teguh pada pendirian jangan diberikan ruang untuk melanggar pembiasaan tersebut. Dimasa pandemi,semua kebiasaan berubah drastis tetapi tetap berakhlak dansaling menghormati dan memahami satu samalain.

Kesimpulan

Akhlak seorang muslim bukan hanya sebatas pada bagaimana ia menikmati dan mensyukuri karuniadari Allah Swt., melainkan juga ketika ia menghadapi sebuah musibah. Musibah itumeliputi musibah yang menimpa diri sendiri, atau pun musibah yang melanda masyarakat. Tak terkecuali ialah wabah virus yangbaru-baru ini melanda dunia, yakni virus corona (Covid-19). Persoalan pandemi membawa perubahan besar,baik di sektor ibadah, ekonomi dan dunia pendidikan itu sendiri.

Penulis adalah Mahasiswa UIN Mataram

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya