Warga KSB dan Sumbawa Resah Akibat Gempa, Sesalkan Info BMKG

KMCNews,Sumbawa Barat – Info gempa yang dilansir BMKG melalui aplikasinya dinilai tidak akurat dan mendapat protes sejumlah kalangan.

Betapa tidak,dalam situs BMKG yang dilansir gempa terakhir yang menurut peta lokasi gempa berpusat di sekitar Alas Barat Sumbawa, namun dalam info BMKG penulisannya tertulis di Lombok Timur.

” Ini bukan apa-apa kami khawatir Pemerintah pusat hanya melihat Pulau Lombok menjadi perhatian sementara Pulau Sumbawa juga terdampak akibat gempa sejak sepekan terakhir, terlebih sekarang gempa sudah beberapa titik terjadi di Pulau Sumbawa, seperti berpusat di Alas Barat.” tandas Juadi Majid, tokoh muda KSB kepada KMCNews, Selasa (21/8).

Apa yang disampaikan Juadi, bukan tanpa alasan selain karena gempa yang cukup dahsyat dirasakan warga Sumbawa dan Sumbawa Barat, berdasarkan info aplikasi pembanding yakni Earthquake Alert justru lebih akurat dengan penulisan Mapin Kebak Alas Barat sebagai Pusat Gempa.Di aplikasi ini tak hanya menulis info gempa di Lombok dan Sumbawa tapi diseluruh penjuru dunia dengan lebih detail.

Ini Dampak Gempa di Pulau Sumbawa

Sementara itu, akibat gempa 7.0 skala richter yang terjadi tanggal 19 Agustus yang berpusat di Lombok Timur, mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan korban jiwa meninggal dunia di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa.

Meski belum ada data akurat dan resmi dari Pemerintah setempat,namun berdasarkan info pantauan dilapangan, Di Kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat dilaporkan sejumlah bangunan rumah warga roboh dan sebagian rusak parah, disamping itu sejumlah masjid rusak, di Seteluk dua orang dilaporkan meninggal dunia disamping sejumlah bangunan rumah warga roboh dan rusak parah, di Kecamatan Taliwang khususnya didalam kota sejumlah rumah warga retak dan bagian plafon rumah roboh, di sejumlah Desa di Taliwang seperti Lamunga dan Seloto sejumlah rumah warga dilaporkan roboh dan sebagian lagi rusak.

Sedangkan di Kecamatan Lainnya seperti Brang Ene, Brang Rea,Sekongkang,Jereweh dan Maluk kondisinya juga tak jauh beda sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan.

Warga Alas Barat Blokade Jalan Nasional Pulau Sumbawa

Di Kecamatan Alas dan Alas Barat, Selasa pagi tadi (21/8) warga blokade jalan nasional, akibatnya antrian panjang tak bisa dilewati kendaaran, warga protes belum turunnya bantuan oleh Pemerintah baik makanan maupun tenda darurat.

Hingga berita ini diturunkan antrian panjang dijalan masih tejadi, akibat blokade jalan oleh warga, betapa tidak di Kabupaten Sumbawa akibat gempa terutama di Alas Barat dan Alas, sejumlah rumah dilaporkan roboh, di Pulau Bungin terjadi kebakaran akibat gempa tersebut.

Baik warga Sumbawa Barat dan Sumbawa, saat ini mengalami trauma akibat serangan bencana gempa berturut, sejauh ini warga tidak ada yang berani tinggal didalam rumah, akibatnya nyaris seluruh tanah lapang, persawahan dan jalanan bahkan di gang- gang didirikan tempat tenda darurat.

Kondisi ini mengundang keprihatinan sejumlah tokoh Sumbawa dan Sumbawa Barat, Dr.KH. Zulkifli Muhadli, misalnya,sejak gempa dan akibatnya merenggut ratusan korban jiwa di pulau Lombok sudah meminta agar NTB segera ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional, menurut mantan Bupati Sumbawa Barat tersebut dengan harapan Pemerintah Pusat segera memberikan perhatian lebih apalagi kini dampak gempa sudah melebar hingga Pulau Sumbawa.

Selain itu, tokoh Sumbawa Nurdin Ranggabarani anggota DPRD NTB dalam akun medsos Facebooknya menulis harapan yang sama.

“Apa yg ditunggu oleh pemerintah? (Prov & Pusat). Sepertinya kami & seluruh rakyat NTB dipertaruhkan dg ego gengsi dan kalkulasi yg tdk jelas!,” tulis Nurdin beberapa hari lalu.

“Kami capek, kami lelah, kami letih, didera bencana dg traumatik mendalam. Jgn tunggu kami GILA. Dimana NEGARA,” tambah wakil rakyat asal Pulau Sumbawa tersebut.

Bantuan Gempa di Pulau Sumbawa Minim

Hingga berita ini diturunkan warga Pulau Sumbawa khusus KSB dan Sumbawa berharap turunnya bantuan dari berbagai pihak.

Kabupaten Sumbawa Barat misalnya berdasarkan pantaun berharap bantuan sembako dan tenda darurat.

Sejumlah Kompenen warga Sumbawa Barat yang tadinya sangat getol melakukan aksi peduli gempa Lombok kini berbalik berharap bantuan serupa.

” Entah sampai kapan kondisi seperti ini, kami sangat was was gempa susulan tak terduga setiap saat terjadi sewaktu waktu, kami gak bisa beraktivitas kami trauma dan panik gak berani masuk dalam rumah, “ujar Rabaiyah, salah seorang remaja, warga yang ngungsi di tenda darurat sembari menjaga kondisi orang tuanya yang sakit parah.(K1)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *