Usai Pindahkan Jenazah, Penggali Kubur Dihantui Orang Tanpa Rupa

KMCNews, Depok – Pemindahan ratusan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kumpi Saribah, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo Kota Depok sudah berlangsung sepekan. Tepatnya sejak Minggu (16/9) lalu.

Dari 525 kuburan, sekitar 200 lebih jenazah sudah diangkat dan direlokasi ke TPU baru yang tak jauh dari pemakaman sebelumnya. Keluarga jenazah mengikuti proses penggalian kubur hingga penyalatan.

Cerita-cerita mistis pun menyelimuti proses pemindahan ratusan jenazah. Seperti penuturan Ustadz Rokhmat (45), warga RT 2/RW 9 Kelurahan Grogol.

Rokhmat mengaku mengalami peristiwa aneh dan tak biasa. Dua hari setelah penggalian, tepatnya di malam Selasa, rumahnya didatangi orang tanpa rupa.

Rokhmat terbangun dari nyenyak tidurnya sebab mendengar suara orang mengucapkan Assalamualaikum sambil mengetuk pintu. Dia pun bergegas keluar untuk bermaksud menemui tamu.

Setalah membuka pintu, Rokhmat heran tak kepalang. Tak ada satu orang pun ada di depan rumahnya. Awalnya, dia mengabaikan suara salam mistis tersebut. Ia pun bergegas kembali ke kamar tidur.

Tak lama kemudian, ucapan salam serupa kembali muncul. Kedua kalinya, Rokhmat membukakan pintu. Namun lagi-lagi tak ada orang. Ia pun memilih mengunci pintu sembari melanjutkan tidurnya.

Keheranannya, semakin menguat setelah ucapan assalamualaikum ketiga. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menunggu “tamu tak diundang” hingga Azan Subuh berkumandang di halaman rumahnya.

Dalam hatinya, Rokhmat yakin kedatangan tamu tanpa rupa ada kaitannya dengan proses pemindahan ratusan jenazah di TPU Kumpi Saribah.

“Setelah Subuh saya berucap, iya iya, yang belum dipindahin saya pindahin segera. Sehabis itu baru reda,” ujar Rokhmat di sela-sela aktivitasnya menggali ratusan jenazah di TPU Kumpi.

Rokhmat menceritakan, kejadian itu saat listrik sedang padam. Tak ada satu pun orang yang dia bisa temui. Tidak habis di situ, peristiwa itu pun dialami oleh anak perempuannya, Alfina Rahmawati, 17 keesokan harinya.

Menurut penuturan anaknya, Alfina mendengar orang mengucapkan salam di rumahnya tiga kali. Akan tetapi, anaknya tak berani membukakan pintu. Sehabis kejadian tersebut, anaknya belum berani tinggal di rumah.

“Sampai hari ini tinggal di rumah kakeknya. Nggak jauh dari rumah,” kata Rokhmat.

Percaya tidak percaya, ia mengaitkan peristiwa itu dengan pekerjaannya yang dipercaya masyarakat penggali kubur. Sejak proses pemindahan jenazah itu, dia memutuskan ikut mengangkat seluruh jenazah di TPU Kumpi Saribah.

“Ada sekitar 525 makam yang harus saya gali. Karena teman saya masih belum berani dan belum yakin, harus ditemani saya. Kebetulan bapak saya juga sama, penggali kubur. Mungkin ada pertanda jenasah percaya sama saya,” kata Rokhmat seperti dikutip dari RIAUSKY.COM. (R02/K D)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *