oleh

Tahun Baru Covid-19 Makin  Nambah di KSB, Pengawasan Diminta Lebih Ketat

Sumbawa Barat, KMCNews – Mencermati penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumbawa Barat kian hari mengkhawatirkan.Paska Pilkada dan memasuki tahun baru 2021 grafiknya cendrung naik, karena jumlah kasus positif  bertambah cukup tajam.

Kondisi terbalik penanganan Covid-19 tidak seserius diawal, ditandai dengan tersedianya fasilitas isolasi selain di RSUD Asy Syifa disediakan rumah susun.

Memang sejak adanya aturan new normal rumah susun tidak digunakan namun miris jumlah kasus malah meningkat.

Sejumlah warga KSB berharap rumah susun untuk Isolasi ini terus dilanjutkan agar penyebarannya tidak semakin liar meski dalam keadaan new normal.

Salah satu sumber media ini mengaku, penyebaran Covid-19 di KSB seperti tak terkendali karena aturan Isolasi mandiri yang terkesan tanpa penanganan dan pengawasan.

“ Ada keluarga kami kemarin Positif Covid, karena di perbolehkan Isolasi mandiri di rumah akhirnya satu rumah dinyatakan Positif, mana tidak ada pengawasan serius lagi, ini yang harus jadi perhatian,”ujar sumber tadi yang enggan namanya di publis.

Terpisah, salah seorang positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, sebut saja Fulan (nama sebenar disamarkan) kepada KMC News media group mengaku, apa yang dirasakan saat positif Covid-19 gejalanya cukup berat.Ia mengaku bersyukur bisa sembuh dari serangan Covid ini.

“ Dapat dibayangkan kalau orang tua yang positif Covid-19 bisa dibayangkan gimana sakitnya, dan potensi orang tua terpapar kedepan  sangat mengkhawatirkan jika pola isolasi mandirinya tidak khusus dan diawasi,”ujarnya.

Adapun gejala yang dirasakan sumber ini mengaku yakni mengalami diare, kemudian hilang rasa dan penciuman lalu nyeri dibagian kaki dan sekujur tubuh seperti ada yang bergerak, menurutnya itu berlangsung selama beberapa hari, ia mengaku beruntung tidak sampai menyerang paru.

Ia pun memberikan tips untuk melawan Covid-19 ini dengan sering berjemur dan tengkurap agar oksigen dibagian paru lancar.

“ Saya memang lakukan isolasi mandiri, saya benar-benar lakukan secara sadar dan khawatir menular ke anggota keluarga lain jadi saya mengurung diri di kamar dan rajin konsultasi ke dokter, kalau untuk obat tidak ada obat khusus, cuma saya dianjurkan gunakan obat sesuai dengan gejala yang saya rasakan,yang penting daya tahan tubuh dan banyak minum vitamin dapat membantu, ”demikian akunya.

Sementara itu pantauan media penanganan Covid -19 yang digalakkan di KSB dalam beberapa hari terakhir memang cukup gencar dalam bentuk operasi Yustisi yang digalakkan aparat Kepolisian bersama TNI,Pol PP dan Instansi terkait.

Kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan itu sendiri menjadi faktor yang bisa menyebabkan tidak terkendalinya penyebaran Covid-19.

Faktanya meski adanya Operasi Yustisi dengan sanksi denda dan sanksi sosial, masyarakat terjaring Covid-19 setiap hari rata-rata ratusan orang, dan ini sangat beresiko penyebaran Covid semakin meluas tanpa kesadaran bersama.

Sementara itu berdasarkan data dari Satuan tugas Covid-19 KSB, wilayah yang paling mendominasi dalam dua hari terakhir 19 dan 20 Janruari yakni wilayah Utara KSB meliputi Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, dimana dalam release tanggal 19 Januari 2021 tambahan positif kembali meningkat yakni sebanyak 13 Positif Covid 19, dimana 7 diantaranya dari Kecamatan Seteluk, 2 dari Poto Tano dan Sisanya 2 dari Brang Rea dan 1 dari Kecamatan Sekongkang dan 1 lagi dari Kecamatan Brang Ene.

Adapun data hingga tanggal 20 Januari 2021 berdasarkan pres release satuan tugas Covid-19 KSB dilaporkan, ada 1 lagi tambahan Positif dari Kecamatan Seteluk, dengan demikian jumlah Konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 264 dengan rincian 220 orang telah sembuh, 41 orang positif dan 3 orang meninggal.

“ Diharapkan kepada segenap masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk tetap tenang, jujur dalam memberikan informasi, selalu menggunakan masker dan disiplin dalam menerapkan  physical distancing, hindari keramaian, kurangi aktifitas diluar rumah, selalu cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terima kasih kepada masyarakat yang pulang dari daerah transmisi lokal/terjangkit yang telah melaporkan diri kepada petugas Kesehatan yang ada di Wilayahnya Masing-masing,” demikian pesan H. Abdul Azis,SH, Wakil Ketua Satuan Tugas penanganan Covid-19 KSB kembali mengingatkan.(K1)

 

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya