MacMahon Ingkari Kesepakatan Dengan Pemerintah KSB

KMCNews, Sumbawa Barat – Konflik atas tidak jelasnya nasib 372 tenaga kerja non skill yang direkrut terus mencuat. MacMahon dituding sengaja mengulur waktu tanpa memastikan kapan kontrak kerja atau ikatan kerjasama antara perusahaan dengan tenaga yang mereka sudah rekrut.

Rekrutmen terhadap ratusan tenaga non skill ini dilakukan bertahap sejak Desember 2017. Hampir satu tahun pasca mereka di rekrut hingga kini para tenaga yang lulus tersebut belum menandatangani Letter Of Agreement (LOA) atau kontrak kerja.

Sikap aliansi PT AMNT memicu spekulasi dan tuduhan miring terhadap kinerja ketua tim rekrutmen satu pintu yang juga Bupati Sumbawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat(KSB) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akhirnya merespon dugaan tidak fairnya management MacMahon dan aliansi perusahaan AMNT terkait nasib tenaga kerja non skill.

Kepala Dinas Tenga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat, H.Abdul Hamid S. Pd., M.Pd kepada wartawan, Senin (5/11) melalui telfn celuler mengatakan, Macmahon melanggar aturan ketenaga kerjaan. Rekrutmen tenaga non skill merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan karena sesuai kebutuhan mereka.

“Pemerintah daerah sudah sampaikan usulan, bahwa hubungan kerja itu dimulai dengan kontrak kerja. Diluar itu tidak diatur dalam undang undang. Seperti tes kompetensi dan bela negara,”kata Hamid.

Menurut H Hamid, perusahaan harus konsisten, bahwa tenaga non skill itu memang tanpa skill. Mereka Macmahon harus mempersiapkan, jangan membayangkan mereka tenaga yang siap. MacMahon tidak perlu mencari alasan diluar ketentuan undang – undang.

“Memang mereka beralasan, tes kompetensi dan bela negara itu untuk kemajuan mereka. Ini alasan yang di buat – buat. Aturannya, harus kontrak kerja dulu baru ada hubungan kerja. Ini belum di penuhi semua,” ungkapnya.

Pemerintah Sumbawa Barat, kata H. Hamid telah penyampaikan teguran resmi kepihak management AMNT. Agar mereka mengikuti aturan tentang hubungan kerja dimaksud. Ia menyayangkan, MacMahon dan AMNT mengingkari kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

H. Hamid bahkan menilai MacMahon dan AMNT berbicara di luar kesepakatan dengan tenaga non skill secara pribadi secara sembunyi – sembunyi agar tenaga non skill ini tidak ikut menuntut ikatan kontrak mereka. Tetapi, diminta mengikuti arahan perusahaan untuk mengikuti serangkaian tes dan pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan ikatan kontrak yang jelas.

“Aturan formil, ya, AMNT dan MacMahon melanggar. Kita akan buat surat teguran ke management mereka yang lebih tinggi. Pemerintah sudah memperingatkan mereka,” jelas H Abdul Hamid.(K D)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *