Korban Gempa KSB Nilai Mensos Tak Siap Turun Tangani Bencana

KMCNews, Sumbawa Barat – Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kerta Sasmita, Minggu siang (26/8), datang ke Kabupaten Sumbawa mengunjungi korban gempa 6,9 Magnitudo yang terjadi sepekan lalu.

Mensos menyerahkan bantuan uang jatah hidup serta makanan dan bantuan lainnya senilai Rp 89 Miliar lebih yang diterima langsung Bupati Sumbawa, Husni Djibril, B.Sc.

Sayangnya, meski hanya sejengkal jarak, Mensos didampingi Gubernur terpilih, Dr. Zulkiflimansyah justru tak memiliki waktu mengunjungi korban terdampak gempa di Kabupaten Sumbawa Barat. Padahal setidaknya ada 42 ribu lebih jumlah pengungsi korban bencana gempa bumi di Daerah ini yang masih butuh penanganan darurat serta suplay logistik, baik makanan, minuman dan alat kesehatan yang harusnya bisa dibantu pemerintah pusat.

Kemensos hanya singgah dan bertemu dengan pemerintah Sumbawa Barat, di jembatan timbang Desa Poto Tano Kecamatan Poto untuk kemudian bertolak ke Mataram dengan alasan tugas penting.

” Kemensos kami nilai tidak siap turun menangani korban bencana dan tidak memiliki kepekaan terhadap situasi korban bencana yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat ini,” protes sejumlah korban terdampak gempa saat mengetahui Kemensos tak memiliki waktu mengunjungi mereka.

Dikonfirmasi melalui akun WhatsAppnya, Gubernur NTB terpilih Zulkiflimansyah mengaku menyayangkan situasi dan sikap menteri sosial. Ia tahu persis apa yang dihadapi warga pengungsi korban gempa di Sumbawa Barat karena telah melihat langsung situasi pengungsi dari PotoTano hingga Sekongkang.

” Sebenarnya pak menteri tak ada jadwal ke Sumbawa Barat. Saya yang arahkan, tapi beliau tak punya waktu karena harus balik ke Jakarta,” jawab Gubernur terpilih ini.

Sementara Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM menyatakan hingga saat ini belum ada bantuan material uang apapun yang disalurkan Kemensos untuk korban terdampak gempa. Ia bersama Wskil Bupati justru berjibaku dengan seluruh jajaran turun masuk dan membantu kantung kantung pengungsian. Seluruh pejabat, camat hingga kades tidak dibiarkan tidur oleh Bupati dan Wakil Bupati. Praktis dengan tidak ada bantuan sama sekali dari Kemensos, Pemda setempat bekerja sendiri memulihkan serta menyelamatkan warganya.

” Belum ada bantuan. Tapi Menteri menjadwalkan akan datang lagi pekan depan,” pungkas Bupati. (K.D/K.SZI)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *