Kisah Anak Tukang Becak Yang Mencintai Putri Bupati Bikin Air Mata Tak Terasa Menetes

Cinta memang penuh dengan misteri. Dia hadir tanpa diduga. Cinta juga ternyata tidak memandang derajat, jabatan dan pekerjaan seseorang. Seperti yang dialami sosok pria dalam kisah berikut.

Kisah ini terjadi di salah satu kabupaten di Aceh. Diceritakan. Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda bernama Zul. Ia adalah anak dari seorang tukang becak motor.

Meski demikian, Zul merupakan salah seorang mahasiswa jurusan arsitektur di salah satu universitas ternama di daerahnya. Zul membiayai kuliahnya dengan hasil keringatnya sendiri dengan bekerja sebagai Barista Kopi di salah satu warkop di Banda Aceh.

Suatu hari, Zul berkenalan dengan seorang wanita cantik berhijab. Perkenalan Zul dengan wanita tersebut terjadi saat mereka sama-sama menjadi panitia sebuah event yang digelar di kampusnya.

Semakin hari mereka pun terlihat semakin akrab. Namun Zul tidak mengetahui kalau wanita yang bernama Keke itu merupakan anak seorang bupati di kabupaten tempat Zul tinggal. Zul dan Keke sebenarnya memiliki perasaan yang sama, namun perasaan itu mereka pendam dalam hati masing-masing

Hingga suatu ketika, Keke akan pindah kuliah ke luar kota karena permintaan keluarganya. Keke pun tidak menolak, dan ia menceritakan hal tersebut kepada Zul.

Zul yang saat itu dalam keadaan panik langsung mengungkapkan perasaan yang selama ia pendam kepada Keke. Keke pun terkejut dan meneteskan air mata. Keke hanya mengatakan “Lamarlah aku kepada orang tuaku saat aku pulang nanti.”

Namun Zul mengatakan bahwa hal itu tidak akan mungkin karena di luar kota nanti Keke pasti akan menemukan pria yang lebih baik darinya dan Zul pun berpikir bahwa cintanya hanya bisa bertepuk sebelah tangan. Namun Zul tidak menyerah, ia tetap memegang kata-kata si Keke tadi.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya Zul menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Arsitektur sementara Keke belum juga memberi kabar. Zul anak seorang tukang becak yang sudah menjadi sarjana tetap menanti Keke, anak seorang bupati.

Sampai suatu hari, Keke menghubungi Zul dan menceritakan kalau ia sudah menyelesaikan kuliahnya di Jakarta dan berencana melanjutkan S2 ke luar negeri. Zul yang saat itu memang belum memiliki pekerjaan yang mapan, hanya bisa pasrah saat Keke menceritakan hal tersebut.

Zul lalu mencoba menyinggung kembali tentang perasaannya yang pernah diungkapkan dulu, dan Keke hanya menjawab, “Datangi orangtuaku sebelum orang lain datang.”

Zul pun mengajak keluarganya untuk melamar Keke anak sang bupati, namun ayah Zul menolaknya karena ia tidak ingin nantinya dipermalukan lantaran ia hanya seorang tukang becak yang tidak mungkin bisa menjadi besan seorang kepala daerah.

Namun Zul tidak mau menyerah. Waktu pun terus berjalan sampai akhirnya Keke sudah kuliah ke luar negeri, Zul tetap berusaha untuk mengangkat derajat keluarganya agar bisa menjadi menantunya bupati.

Suatu ketika, Zul bertemu dengan seorang konsultan proyek yang sangat besar dan ia pun diajak bekerja dalam pembangun tersebut. Tapi Zul tidak tahu bahwa proyek yang ia kerjakan itu merupakan milik pemerintah kabupaten.

Setelah proyek itu selesai, Zul mendapat pujian karena pekerjaannya tidak mengecewakan. Zul pun mendapat bonus miliyaran rupiah. Dari hasil pekerjaannya itu, Zul sudah bisa membangun rumah buat kedua orangtuanya bahkan ia beserta keluarga sempat melaksanakan ibadah umrah.

Setelah Zul pulang dari ibadah umrahnya, sang bupati yang merupakan ayahnya Keke mendatangi Zul. Bupati menyampaikan terima kasih kepada Zul atas pekerjaanya dulu. Bupati lalu menawarkan pilihan kepada Zul, “Apa yang kamu inginkan dari saya,” katanya.

Zul pun menjawab, “Saya tidak ingin apa-apa, saya tidak ingin harta dan kemewahan dari bapak, saya tidak ingin jabatan apapun dari bapak. Namun jika saya boleh meminta, saya ingin memperistri anak bapak, Keke,” kata Zul.

Sang bupati pun kaget bukan kepalang karena Keke masih kuliah di luar negeri. Sang bupati pun berkata, “Jika kamu memang benar-benar mencintai Keke, datanglah bulan depan ke rumah beserta orangtuamu untuk melamar anak saya.”

Zul pun gembira bukan kepalang. Ia langsung menghubungi Keke untuk menceritakan hal tersebut kepadanya. Namun apa mau dikata, ternyata takdir berkata lain. Keke mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima Zul karena ia sudah memiliki pilihannya sendiri, seorang dokter dari Jakarta.

Zul sangat kecewa karena perjuangannya selama ini sia-sia. Namun ia beranggapan kalau ia tidak mungkin memaksakan sesuatu yang di luar kuasanya.

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *