oleh

Kembali Helikopter Mengudara Di Samoan, FPT Konsisten Tolak, Geram Surati Bupati KSB

Sumbawa Barat, KMCNews – Lalu lalang helikopter beberapa hari terakhir di Gunung Samoan, oleh PT Sumbawa Barat Mineral (PT SBM) perusahaan pemilik konsesi tambang emas di Wilayah setempat, kembali menuai kecaman dan perhatian komponen warga Sumbawa Barat.

Padahal otoritas perusahaan ini sebelumnya pernah berjanji aktivitasnya selesai pada bulan Februari ini, bahkan kabar sebelumnya ditengah publik, PT SBM  tengah melakukan proses persiapan reklamasi.

Dua organisasi yakni Front Pemuda Taliwang (FPT) dan Gerakan Muda Sumbawa Barat (Geram) yang getol menyuarakan menolak segala aktivitas tambang di Samoan, dengan dibuktikan berkali-kali melakukan aksi demonstrasi kembali bersuara.

Presiden FPT, Muhammad Sahril Amin Dea Naga dalam keterangan pers yang diterima KMC Media Group menegaskan, FPT Konsisten menolak tambang di Samoan.

Menurutnya, informasi yang beredar sebelumnya jika PT SBM akan melakukan reklamasi harus dibuka ke publik.

“ Agar jelas semuanya, SBM harus bicara ke Publik, supaya tidak  jadi isu dan fitnah, PT SBM jangan juga diam dan planga plongo jika ada isu yang berkembang terkait heli di seputaran semoan.” tandas Sahril, kepada KMCNews, Selasa (16/2/2021).

Penegasan SBM itu penting menurut Sahril lagi,agar menjadi jelas karena bisa jadi apa yang sedang terjadi saat ini di ruang publik tidak sama dengan apa yang ada di Lapangan.

FPT dalam mengawal aktivitas tambang ini dikatakan Syahril, tetap konsisten dengan tuntutannya selama in, FPT berjanji kembali akan melakukan aksi demonstrasi paska pelantikan Bupati dan Wakil Bupati.

“ Belum selesai yang 24 Rb Hektar itu, FPT Masih jalan On The Track tuntutannya,  setelah Pelantikan  Bupati dan Wabup KSB terpilih,  kami sudah siapkan Aksi Lanjutan,” pungkas Syahril.

Secara terpisah, Ketua Geram Firman Jawaz, menyikapi adanya aktivitas lalu lintas Helikopter di Samoan sangat  mengkhawatirkan warga,  padahal sebelumnya PT SBM menurut Firman, berjanji selsai di bulan ini tapi buktinya masih beraktivitas di jorok ramit.

Geram yang selama ini getol dengan berbagai aksi penolakannya hingga ke Pemerintah Provinsi, ditegaskan Firman dalam beberapa bulan terakhir sementara menghentinkan aksi demo guna memutus mata rantai Covid-19. Geram juga dikatakan Firman, telah menyurati Bupati KSB untuk meminta haering.

“Sejauh ini Surat kami belum di tanggapi, besok kita akan surati kedua tapi kalau surat kedua tidak  di gubris selama seminggu kita turum demo lagi,”tandas Firman Jawaz.(K1)

 

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya