oleh

Kapan Masyarakat Luas di KSB Dapat Jatah Vaksin

Sumbawa Barat – Geliat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam melakukan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19), diharapkan dapat segera dilakukan secara luas terutama kepada masyarakat umum.

Vaksinasi yang selama ini nampak ke publik dilakukan hanya kepada kalangan tertentu seperti pejabat, padahal disisi lain kesehatan adalah hak setiap individu yang perlu mendapat jaminan.

Wakil Ketua DPD KNPI Sumbawa Barat, Ruslan Bolin menyoroti masalah ini, ia menilai Dikes KSB nyaris tak mengeluarkan informasi apapun ke publik terkait proses vaksinasi, beda saat penanganan Covid-19 di awal informasi mudah diakses.

“ Bila Vaksin dianggap sebagai penyelamat nyawa, maka nampak jelas nyawa siapa yang penting saat ini, karena itu kami pertanyakan hal ini kapan giliran masyarakat luas, seperti apa polanya, masyarakat berhak mendapat keselamatan dari pandemi Covid ini dengan sesegera mungkin mendapat vaksin,” tandas Ruslan Bolin kepada KMCNews, Selasa (30/3/2021).

Pernyataan Ruslan Bolin ini dengan melihat fakta dilapangan, menurutnya kalau vaksin hanya untuk kalangan tertentu tapi nyatanya ada juga beberapa masyarakat yang sudah di vaksin.

“ Nah pola penyebaran vaksinasi ini yang kami ingin tahu kejelasannya, kenapa masyarakat harus dipilih-pilih,kapan dilakukan secara luas,”imbuhnya.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, H.Tuwuh,S.E melalui Sekretaris Dinas, Erna Indawati mengatakan, Vaksinasi Covid-19 di Sumbawa Barat dilakukan secara bertahap, untuk saat ini dikatakannya Vaksinasi tengah dilakukan untuk pejabat di Instansi Pemkab Sumbawa Barat maupun pegawai dan staf di BUMN dan BUMD yang aktif melakukan pelayanan umum.

Sebelum itu menurut Ernawati, yang divaksin diawal adalah petugas kesehatan yang ada di seluruh KSB kemudian tahap berikutnya memang untuk kalangan pejabat, baik eksekutif maupun legislatif dan aparat penegak hukum yang memiliki mobilitas tinggi turun ke tengah masyarakat.

“ Nah pada gilirannya masyarakat secara luas juga akan di vaksin, namun perlu diketahui Vaksin ini juga jumlahnya terbatas dari pusat melalui Provinsi dan pemerintah provinsi memberikan jatah, kaya kemarin kami sudah minta 500 yang datang bertahap hanya 150, itu masalahnya,”terang Ernawati kepada KMCNews diruang kerjanya, Selasa (30/3/2021).

Diperkirakan untuk masyarakat umum ini ditegaskan Ernawati, vaksinasi akan dimulai pada bulan April mendatang, untuk prioritas pertama nantinya akan diberikan kepada masyarakat lansia yang dinilai sangat rentan dan beresiko tinggi, kemudian masyarakat rentan lainnya, serta masyarakat pelaku ekonomi.

“ Jadi polanya nanti kita akan data melalui Puskesmas di masing-masing Kecamatan tentu bekerjasama dengan pihak Pemerintah Desa hingga RT,”terang Ernawati.

Terhadap vaksinasi ini, Ernawati kemudian memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa tidak menjamin setiap orang yang sudah di vaksin dengan Vaksin merk Sinovac itu, tidak akan terpapar Covid-19 namun jikapun terpapar setelah divaksin tubuh memiliki daya tahan yang cukup untuk melawan serangan Covid-19.

“ Karena itu meski telah di vaksin protokol kesehatan harus tetap dilakukan,”katanya.(K1)

 

 

 

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya