Jalan Rusak Seperti Kubangan Kerbau, Warga Bukit Damai Pasang Spanduk dan Papan Protes

KMCNews, Sumbawa Barat – Sejumlah warga Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memprotes sarana jalan yang rusak dengan cara memasang papan protes yang bertuliskan ‘selamat datang di wisata lumpur, sampai kapan kami harus menunggu, my desa adventure, musim panas berdebu musim hujan berlumpur’, sepanjang jalan yang menghubungkan dengan jalan rusak lainya.

Selain mereka mengekpresikannya dengan cara memasang papan protes, berbagai macam ekspresi juga dilakukan warga yaitu memasang spanduk di gerbang masuk desa Bukit Damai yang bertuliskan ‘sampai kapan jalan rusak kami berahir’ serta menanam pohon pisang.

Kerusakan jalan yang diprotes warga itu tepatnya berada di jalan pangeran adipati menghubungkan dengan jalan warga lain dalam desa bukit damai itu sendiri.

Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sejak lama, yakni sekitar tiga tahun yang lalu dimana jalan warga ini dulu bagus dan beraspal, akan tetapi setelah ada proyek perbaiki drainase jalan seperti ini. Apalagi ketika musim hujan turun, warga yang melintas dijalan ini perlu kehati hatian ekstra karena jalannya berlumpur dan juga licin.

“Kami minta jalan ini bisa segera diperbaiki. Papan protes, memasang spanduk dan penanaman pohon pisang ini sebagai bentuk protes agar jalan ini segera diperbaiki sebab kerusakan jalan ini cukup lama dari tahun ke tahun dan juga karena kerusakan jalan ini pula, sudah banyak warga yang menjadi korban yang terjatuh akibat banyak lubang (kubangan,red) dan licin,” ujar, Muhammad Iqbal, warga yang tinggal di Rt 5, Rw 03 Desa Bukit Damai, kepada wartawan media KMCNews, selasa (12/11).

Sementara itu, Kepala Desa Bukit Damai, Suwardi yang ditemui diruang kerjanya membenarkan aksi protes warga bukit damai tersebut, akan tetapi Pemerintah Desa saat ini lagi mengupayakan untuk perbaikan di tahun ini (2019, red) dengan menggunakan anggaran belanja daerah (APBD).

“Saya telah mengupayakan untuk perbaikan jalan tersebut, mengingat anggaran yang diperlukan cukup banyak sekitar 5 Milyar dengan panjang jalan 2 KM, maka tidak cukup kita menggunakan Dana Desa (DD). Insya allah sekitar bulan pebruari 2019 sudah mulai pengukuran, sedangang kalau tidak ada halangan untuk pengerjaan sekitar bulan mei 2019” jelas Suwardi Kepala Desa Bukit Damai. (K-Irv)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *