Ini Solusi Keterlambatan Proyek Konstruksi Di KSB

KMCNews, Sumbawa Barat – Keterlambatan pelaksanaan proyek di Sumbawa Barat ditenggarai akibat kurangnya Sumber Daya Manusia terutama para tukang-tukang kayu dan tukang batu yang memiliki sertifikasi khusus sebagai syarat tender.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Setda KSB, Syahril,ST.M.Si , mengatakan, selama ini ketika tender berlangsung banyak kontraktor lokal kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang memiliki SKT (Sertifikat Keterampilan Kerja) sebagai syarat tender. Akibatnya, menurut Syahril, tak jarang banyak kontraktor yang terpaksa meminjam SKT tukang-tukang dari luar KSB dengan bayaran mahal.

“ Pada saat ditetapkan menjadi pemenang kontraktor local kesulitan mendapatkan tukang tukang yang memiliki standar kualifikasi baik atau memiliki SKT yang akan melaksanakan pekerjaan konstruksi.Hal inilah yang menjadi penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, yang ujung-ujungnya mendapatkan denda.Apabila dendanya besar maka akan mengakibatkan terjadinya kerugian dan resiko hukum telah menanti didepan para kontraktor ini,” tandas Syahril, kepada KMCNews.

Untuk mengantisipasi hal ini, ratusan tukang kayu dan tukang batu yang ada di Sumbawa Barat, selama dua hari mulai Selasa kemarin hingga hari ini Rabu (28/11), diberikan pelatihan dan sertifikasi, yang berlangsung di aula pertemuan gedung Sekretariat Daerah KSB.

Dijelaskan Syahril, tujuan digelarnya pelatihan dan sertifikasi itu sendiri yakni mengacu pada amanat UU No. 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi.Diharapkan dengan menjalankan amanat ini dapat mencetak tenaga konstruksi terampil dan professional, kemudian mempersiapkan masyarakat penggerak jasa konstruksi di KSB untuk dapat bersaing di era persaingan bebas.

“ Tujuan tak kalah pentingya adalah terdatanya tukang – tukang yang berkompeten dan memiliki SKT di KSB sebagai rekan kerja kontraktor pada suatu wilayah kerja proyek,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah KSB, H. Abdul Azis, SH dalam sambutannya pada pelatihan ini mengatakan, dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini tukang yang ada di KSB dapat memiliki kompetensi sehingga dapat bersaing dengan tukang yang berasal dari luar daerah.

Dengan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan tersebut, Sekda berharap para tukang dapat mengimpelementasikan langsung pada konstruksi yang ada di KSB yang sejauh ini sedang berkembang pesat, dan dengan perkembangan tersebut dapat memberikan multi player effek bagi perkembangan sector lainnya seperti perkembangan pendapatan masyarakat secara umum.

“ Patut diakui bahwa selama ini investasi swasta dan Pemerintah dibidang konstruksi cenderung mengalami peningkatan anggaran, untuk itu tentunya akan membutuhkan tenaga kerja yang berkwalitas dan berkompeten serta berdaya saing tinggi yang akan menyelesaikan pekerjaan tersebut,”ujar Sekda.

Dibagian akhir Sekda menyampaikan, tak dipungkiri bahwa diberbagi tempat sering terjadi kegagalan bangunan dimana bangunan mengalami keruntuhan yang fatal, setelah dilakukan penyelidikan mendalam ditemukan salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah tenaga tukangnya yang kurang taat dengan ketentuan tekhnis pelaksanaan bahkan didapat pekerja kontruksi yang kurang faham dengan prosedur kerja dan tidak memiliki SKT.

“ Kami tidak menginginkan hal ini terjadi di KSB karena akan berujung kepada masalah terjadinya keterlambatan pekerjaan, kurangnya serapan anggaran di daerah, bahkan akhirnya terjadinya kerugian bagi pengusaha di daerah yang sedang kita giatkan untuk dapat berkembang sejalan terjadinya peningkatan kemakmuran rakyat,”demikian pungkas Sekda KSB, H. Abdul Azis,SH, MM.(K-1)

 

 

 

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *