oleh

Indonesia Gagal Ikuti All England, PBSI KSB Sesalkan Kinerja Kemenpora & PB PBSI Pusat

Sumbawa Barat – Pebulutangkis Indonesia dilaporkan gagal mengikuti event dunia All England lantaran harus mengikuti Isolasi Covid-19.

Sontak kabar ini membuat dunia olahraga tanah air khususnya bulutangkis sangat menyesalkan keputusan sepihak panitia, ekpektasi Indonesia menjuarai event bergengsi dunia level super 1000 itu pupus dan lenyap seketika.

Sejumlah pengurus daerah PBSI pun angkat suara terkait masalah ini, PBSI KSB melalui Ketua Trisman,S.T.,M.P menyoroti ketidaksigapan Kemenpora dan PB PBSI pusat dalam mempersiapkan segala hal untuk kepentingan kontingen RI.

Trisman menilai, begitu mudahnya Indonesia dibatalkan dalam mengikuti turnamen ini, menandakan begitu lemahnya diplomasi Kemempora dan PB PBSI pusat untuk mempertahankan keikutsertaan kontingen RI di Kejuaraan All England di Ingris.

“ Oleh karena itu, PBSI KSB mendesak pemerintah RI melalui Kemenpora dan PB PBSI untuk mengirimkan klarifikasi dan nota keberatan kepada BWF dan panitia Kejuaraan All England dan segera mengumumkan hasilnya ke pecinta bulutangkis indonesia dan dunia,” cetus Trisman.

Seperti dilansir media sebelumnya,  tim Indonesia Mohammad Ahsan dkk. dipaksa mundur karena harus menjalani isolasi mandiri, setelah berada satu pesawat dengan penumpang positif COVID-19.

Enam wakil Indonesia dijadwalkan menjalani pertandingan pada hari pertama All England 2021 di Birmingham Arena, Rabu (17/3/2021) waktu setempat.

Tiga di antaranya yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Jonathan Christie, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil meraih kemenangan dan lolos ke fase selanjutnya.

Namun, selepas Ahsan/Hendra bertanding, tiga wakil Indonesia lainnya diminta untuk tak menjalani laga dan dinyatakan kalah WO. Ketiganya adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, serta Anthony Sinisuka Ginting.

Gagal menjalani pertandingan di All England 2021, Fajar Alfian, Melati Daeva, dan Anthony Ginting melupakan kekesalan di akun media sosial. Mereka meminta BWF untuk bertanggung jawab atas permasalahan tersebut.(K1)

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya