Hebat, Niken Mulya Asal KSB Juara Pertama PR Ambassador  NTB 2020

Mataram, KMCNews –  Gadis asal Taliwang Sumbawa Barat, Niken Mulya menjadi yang terbaik dalam ajang Public Relation (PR) Ambassador Chalenge 2020, Dara cantik yang lahir di Malaysia 3 Maret 1998 (22 Tahun) ini ,berbagi kisah pengalamannya mengikuti Event bergengsi dalam rangka menyambut HUT NTB yang ke 62 tahun tersebut.

Bagaimana kisahnya.? Yuk, kita simak bersama.

Dalam sesi wawancara dengan media, Niken mengaku tidak menyangka akan keluar sebagai juara, menurutnya mengikuti event PR Ambassador hanya iseng dan tidak sengaja lihat fliyernya di instagram Humas NTB.

“Setelah saya lihat, tiba-tiba terbersit dipikiran aku untuk mendaftar, tapi sisi lain, aku pesimis, sempat takut ngga lolos, namun Alhamdulillah, ngga nyangka ya, saya sebagai juara satu pada acara bergengsi seperti PR Ambassadors Challenge 2020 ini,”ujarnya.

Ketika mendaftar pun, Niken menceritakan tidak memberitahukan kepada siapapun termasuk keluarga.

“Pokonya jalan sendiri aja, saya cukup bismillah, lalu daftar,” lanjutnya.

Tapi memang sudah jalan Allah, tidak disangka-sangka dari ratusan yang mendaftar via Instagram Humas NTB. Oleh panitia, Niken kemudian dikirimi email, dan diberitahu bahwa lolos seleksi tahap pertama.!

“ Duaaaar, tiba-tiba gemetar, bingung, pokonya beragam perasaan saya, lulus tahap awal saja rasanya bahagia banget,”akunya.

Setelah lulus seleksi tahap pertama, Niken kemudian menceritakan ada banyak persyaratan yang harus dilengkapi. Tak menunggu lama, ia pun lengkapi semuanya, untuk kemudian di antar ke kantor Humas NTB. Lagi-lagi Niken mengaku masih berjuang sendiri tanpa memberitahu keluarga.

Tiba saatnya, hari yang dinanti telah tiba. Ya, seleksi wawancara dimulai, Niken kemudian mengaku datang ke HUMAS NTB dengan membawa berkas yang sudah dilengkapi, saat itu ia mengaku ingat betul, pakaian yang dipakai, menurutnya pakaian Favorite yang biasa dipakai kondangan, pakaian tersebut sudah disiapkan sejak semalam.

“ Singkat cerita, setiba di Humas NTB, sudah ada puluhan orang yang menunggu giliran untuk di tes wawancara, cantik-cantik, ganteng-ganteng pula, dari keningnya, semua terlihat cerdas, saya semakin pesimis, penampilan saya terasa terasa tidak ada apa-paanya dibandingkan peserta lain,” katanya.

Kemudian namanyapun dipanggil,  kini giliran berkasnya pun diperiksa oleh panitia, menurut Niken jantungnya rasanya mau jatuh, jatuh tapi nggak sakit hati.

“ Pokoknya deg-degan. Alhamdulillah berkas saya lengkap, tinggal menunggu giliran untuk diwawancara. Niken Mulya, panggil salah seorang panitia kepada saya, langsung gugup, saya dipersilahkan menuju ruang tes wawancara, setelah masuk, lima orang dewan juri sudah siap memberikan saya pertanyaan. Saya hela nafas dalam-dalam, lalu saya perkenalkan diri,”lanjutnya.

Hampir satu jam ditanya, mulai dari wawasan tentang NTB hingga mengenal visi-misi NTB. Niken mengaku benar-benar tidak percaya diri, untungnya sebelum tes ia belajar memahami visi misi NTB.

“ Jujur, apa yang saya pelajari, sama sekali tidak ada di bangku perkuliahan. Bersyukur, seluruh pertanyaan mampu saya jawab satu persatu, yang saya ingat, pertanyaan dari salah satu dewan juri, Pak Tarmidzi, saya ditanya tentang MotoGP. Lah, bingung aku, hobi nonton Drakor, tiba-tiba ditanya masalah MotoGP,” katanya sambil tersenyum manis mengenang, yang kemudian ia mengaku menjawab semampu saja, yang jelas, Ia pun  lupa kapan mulai MotoGP itu dilaksanakan di NTB.

Intinya, menurut Niken benar-benar merasa bangga bisa ikut, tidak berharap dapat juara, dikepalanya hanya ingin memperbanyak teman dan pengalaman.

Dilanjutkan Niken menceritakan, beberapa hari kemudian, panitia menghubunginya lewat pesan WhatsApp, yang intinya berisi lolos ke tahap berikutnya.

Tak berkata apa-apa, Niken  hanya terdiam, tidak menyangka namun merasa senang, meski sempat pesimis, usahanya pun tidak sia-sia, Niken pun lolos sepuluh besar PR Ambassadors Challenge 2020.

Lolos Sepuluh Besar

Yang lolos sepuluh besar diminta kumpul di ruang Humas NTB. Satu persatu datang, Niken menjadi peserta yang ke lima duduk di rungan tersebut. Ternyata lima orang laki-laki, lima orang perempuan.

Niken mengaku, tidak ada satupun yang dikenal, saat berkenalan, Ia merasa peserta paling jauh, ternyata tidak. Ternyata ada peserta dari Sumbawa Besar hingga Dompu, sementara ia dari Sumbawa Barat.

Memasuki Masa Karantina

Panitia sudah memilih sepuluh orang Finalis. Ya, salah satunya ada Niken, memasuki masa karantina. Karantinanya pun selama sepuluh hari.

“ Waw… waktu yang sangat lama menurut saya, tapi terus saja saya jalani, Alhamdulillah saya diberikan izin oleh orang tua, pada masa karantina tersebut, saya kira kami akan di tes wawancara lagi, hahahahah, ternyata tidak.! Kami dibawa keliling ke masing-masing kepala dinas, BUMN, Desa Wisata, hingga bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB,” cerita Niken lagi.

Ia pun benar-benar tidak menyangka bisa sejauh ini, menurutnya sangat kreeeeen dan tentu pengalaman ini tidak bisa di dapatkan ditempat lain, benar-benar bersyukur, Alhamdulillah katanya.

Dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB, Niken kemudian menambahkan, saat itu benar-benar mempelajari visi-misi NTB gemilang secara paripurna. Di Dinas Pariwisata misalnya, ia belajar membangkitkan pariwisata ditengah pandemi Covid-19, begitupun dengan dinas-dinas lainnya.

“ Pokoknya, selama sepuluh hari masa karantina, kami belajar banyak tentang NTB. Benar-benar saya merasa keNTBan saya tidak sempurna, ternyata beberapa program strategis NTB banyak yang tidak kami ketahui sebagai generasi muda. Padahal sudah puluhan tahun saya di NTB,” katanya.

TONTON VIDEO ACARANYA.KLIK GAMBAR

Malam Anugerah PR Ambassador Challenge 2020

Masa karantina telah usai, kini saatnya memasuki malam anugerah PR ambasaador, malam itu menjadi penentu, siapa yang terpilih menjadi pemenang pada Event bergengsi dalam rangka menyambut HUT NTB ke 62 tersebut.

Acara dimulai dengan parade seluruh peserta di atas panggung, perkenalan, lalu menjawab pertanyaan dari salah satu juri. Saat itu Niken mengatakan, ada tiga orang juri, tamu undangan pun bukan main-main. Ada Ibu Wakil Gubernur hingga jajaran Forkopimda Provinsi NTB.

“ Saya semakin grogi.. tumben-tumben saya berdiri di depan puluhan pejabat daerah,” kenangnya.

Tak hanya pejabat, para pendukung finalis pun hadir, menurut Niken semuanya datang dengan protokol kesehatan yang ketat. Menggunakan masker hingga menjaga jarak.

Tahap ini merupakan tahap terakhir, tahap penentuan. Kembali diseleksi dengan sistem tanya jawab.

“ Deg-degan banget, kenapa Karena yang memberikan kita pertanyaan langsung Ibu Wakil Gubernur NTB. Bayangkan saja, kita di tanya di tempat terbuka, di depan para pejabat pemerintahan, pertanyaannya pun seputar NTB dan cara kami memajukannya. Satu persatu kami diminta maju untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaanya kami pilih sendiri, kami semua diminta memilih bola yang sudah di siapkan oleh penitia, didalam bola tersebut sudah ada nomor pertanyaan. Tak ingin rasanya saya menulis pertanyaan serta jawaban saya sendiri. karena saya benar-benar tidak percaya diri dengan apa yang saya jawab,”aku Niken polos.

Terpilih Sebagai Pemenang

Semua pertanyaan sudah dijawab, kini seluruh finalis berada diruang tunggu untuk menunggu pengumuman. Semua Deg-degan, Niken sendiri mengaku terus berdo’a, Telpon orang tua minta do’a.

“‘Kami persilahkan seluruh finalis memasuki panggung acara,” ungkap MC, seperti ditirukan Niken menceritakan, MC memanggil untuk naik ke panggung. Satu persatu naik, kemudian berjejer rapi di atas panggung menunggu dewan juri mengumumkan pemenang.

Setelah dewan juri naik, pengumuman pun dimulai, saat itu Niken mengaku tidak bisa berkedip, penonton pun bersorak menyebut masing-masing idolanya, beberapa diantaranya menyebut nama Niken..

“ Pengumuman dimulai dari juara empat, ternyata bukan nama saya yang disebut.! Teman laki-laki saya dari Lombok Timur keluar namanya sebagai juara terbaik empat. Saya tetap berusaha untuk tersenyum.

Lagi-lagi, pemanang ketiga nama saya tidak juga disebut, saya semakin galau, rasanya ingin cepat-cepat turun dari panggung panas tersebut,” cerita Niken.

Saat menyebutkan juara kedua, nama Niken ternyata belum juga disebut, dititik ini, Niken  benar-benar pesimis, mengaku putus asa dan berpasrah diri, karena pesimis, tidak mungkin mendapat juara pertama.

Niken merasa senang sekali rasanya melihat temannya yang sudah disebutkan namanya diminta maju untuk mendapatkan hadiah.

Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu, suasana tiba-tiba tegang, hening, saat itu Niken mengaku tetap berusaha tegar dan tetap tersenyum. Dewan juri belum juga menyebutkan pemenang untuk juara pertama. Amplop sudah dibuka oleh dewan juri, Niken mengaku matanya belum juga bisa berkedip, tiba-tiba, dewan juri menyebut namanya sebagai juara pertama.

“ Waw….. Benar-benar saya tidak menyangka, rasa haru bercampur bahagia, saya belum pernah merasakan rasa senang seperti ini.Di depan saya, saya melihat orang tua saya bangga, teman dan sahabat saya terlihat senyum dan bersorak sorai dari korsi penonton,” ujarnya sembari mengingatkan benar kata pepatah, usaha tidak pernah menghianati hasil.

Dibagian akhir Niken mengatakan, jika Juara satu ini ia persembahkan kepada orang tua dan daerahnya, NTB tercinta.

“ Janji kami, akan tetap mempersembahkan yang terbaik untuk NTB, boleh saja kita pesimis, tapi sedikitpun usaha dan semangat tidak boleh hilang,” demikian pungkas Niken.

Biografi.

Nama      : Niken Mulya

Tempat tanggal lahir : Malaysia, 3 Maret 1998

Asal Daerah : Kabupaten Sumbawa Barat

Asal Universitas : Universitas Mataram

 

 

 

%d bloggers like this: