oleh

Hari Pertama, 6000 Lebih Netizen Dunia Saksikan West Sumbawa AMNT Pro 2018

KMCNews, Sumbawa Barat – Hari pertama, Minggu (9/9), Kejuaraan dunia Selancar West Sumbawa AMNT Pro 2018, sebanyak 6000 lebih pengunjung (Netizen-red) dari berbagai Negara menyaksikan event World Surf League (WSL), melalui Video Live Streaming.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan KMCNews tercatat 6005 pengunjung melalui YouTube menyaksikan event surfing yang berlangsung di Pantai Yoyo Kecamatan Sekongkang Sumbawa Barat tersebut, jumlah pengunjung menyaksikan event WSL ini dipastikan akan terus bertambah, bahkan bisa mencapai jutaan pengunjung.

Presiden PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia), Arya Subyakto menyatakan salah satu imbas positif dari pergelaran event selancar dunia yakni promosi wisata.

” Bayangkan mereka dari berbagai negara menyaksikan WSL melalui Video Streaming ini, tentu akan mencari tahu dimana lokasinya dan suatu saat akan datang berkunjung, ini adalah bentuk promosi yang nyata,” ujar Arya kepada KMCNews.

Dikatakan Arya, sebanyak 25 persen Wisatawan Asing (Wisman) yang datang ke Indonesia adalah Wisman dengan minat khusus seperti Surfing, menurutnya kalau tahun 2007 saja, berdasarkan data Majalah Surfing ada sebanyak 2.5 juta Wisman Surfing yang datang mencari ombak ke Indonesia.

” Untuk menjual wisata alam, kita harus menyadari bahwa ombak sumber devisa negara, Indonesia sangat kaya dengan potensi Wisata Bahari, kita punya pasir putih yang bagus, laut biru terutama Ombaknya dan hampir semua Pantai kita sangat bagus termasuk di Sumbawa Barat,” Lanjut Arya.

Dikatakan Arya lagi, Wisman dengan minat khusus seperti Surfing ini merupakan Wisman yang datang lagi, artinya hal tersebut merupakan potensi besar, disamping jumlahnya banyak mereka bisa datang berkunjung berulang kali dan membawa teman.

Yang perlu dilakukan Pemerintah Daerah dan masyarakat lokal jika melihat potensi tersebut, menurut arya adalah dengan menjaga kebersihan dan merawat asset tersebut, terutama dari ancaman para Wisatawan Domestik (Wisdom) yang biasanya datang membawa Sampah.

” Wisdom ini yang kadangkala merusak potensi wisata kita sendiri, dengan pola yang tidak disiplin buang sampah sembarangan, ini hal paling penting sebenarnya bagaimana agar Wisman mau datang kesini. Bukankah Alam Anugrah Tuhan yang perlu kita rawat, dan kebersihan itu sendiri bagian dari iman,” imbuh Arya.

Selain itu, dibagian akhir Arya memberikan masukan jika pembangunan Pariwisata, tidak penting mewah yang terpenting rasa nyaman.

” Semua bisa diatur, termasuk masalah sampah tadi sebenarnya Pemerintah bisa membuatkan aturan misalnya jika ada yang buang sampah sembarangan didenda Rp.50 ribu, tak perlu banyak – banyak,ini penting agar jadi perhatian dan melatih kebiasaan,”pungkas Arya Subiyakto.(K-I).

Saksikan Videonya Disini :

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya