oleh

F3 Bisa Disebut Pemimpin Bersih

Jika dilihat dari program kerja dalam masa kepemimpinan F3 sejauh ini bisa di CAP BERSIH.

Ini tercermin dari dua diantara sekian program yg ada, yakni Awal Kepemimpinan Bagi Jamban dan Jelang Akhir Bagi Bak Sampah..ya Semua Untuk Ummat..

Fokus diskusi hari ini pada hal Bersih ini, terutama Sampah dan Bak Warna Warni yg disebut sebagian kalangan Indah Mata Memandang.

Saya mau Katakan BERSIH ITU MAHAL TAPI LEBIH MAHAL KALAU TIDAK BERSIH BISA SEBABKAN PENYAKIT DLL.

Tapi sebagai Rakyat kami juga ingin katakan, bersih sudah menjadi tanggung jawab pribadi karena itu kewajiban karena kebersihan juga sebagian dari iman, disamping sebagai bentuk Partisipasi sebagai rakyat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Bicara Partisipasi rakyat dari jaman kuda gigit besi, hingga jaman anak main Gadget rumah warga di KSB, khusus masalah sampah sudah menyediakan bak sampah didepan rumahnya masing-masing, kalau dulu bak sampah ini disebut Rejo, ada pula yg sebut Baka Roro, mereka sediakan ukuran yg sesuai dgn produksi sampah didalam rumahnya masing-masing.

Tak pula diragukan bagaimana masyarakat kita menyediakan bak sampah saat ada lomba Desa, dll, belik/Kaleng di cat, baka roro disediakan depan rumah, jangan tanya dr mana dananya yg jelas partisipasi rakyat luar biasa dalam hal ini, mereka berkorban karena cinta kebersihan dan lingkungannya.

Hari ini kita patut bersyukur apapun alasannya Pemerintah hadir dalam masalah Bak Sampah bahkan dgn Budget yg cukup besar Rp. 4 Milyar (Masalah Dana agar tak Salah Info Silahkan Cek disini : https://lpse.sumbawabaratkab.go.id/eproc4/lelang).

Dengan Dana yg menurut saya Relatif (Besar/Kecilnya) meski tidak semua dapat, tidak semua Kecamatan terima, haruslah dimaknai sebagai contoh model baru dan pembelajaran baru karena memang semestinya begitu, bahwa sampah ada jenis2nya Organik, Non Organik dan limbah B3 dengan warnanya masing- masing Hijau Organik, Kuning Non Organik dan Merah (Limbah B3).

Ini LUAR BIASA, kenapa kemudian ini disebut luar biasa karena Bak Sampah traditional kita selama ini tak mengenal jenis sampah, semua disatukan ya popok anak, ya bekas obat nyamuk, ya sisa sayur semua ada di Baka Roro, alias REJO, (termasuk dlm rumah saya, maklum gak dapat 3 warna heheh), maka tak heran bak sampah Warna Warni biaya buatnya juga Besar dari sekedar baka Roro Rejo satu jenis.

Khusus masalah dana, jika ada yang bilang Dana untuk bak sampah ini besar sangatlah wajar karena satu kotak bak sampah dgn 3 kotak tentu beda harga, tapi mahalnya disini saya kira bukan sekedar bentuknya saja tapi hajatan buang sampah terutama Limbah B3 ini penting dan mahal, mungkin inilah yang MENJADI NIAT BESAR.

Mari sejenak kita fokus mencermati masalah tentang Limbah B3 (KOTAK MERAH) ini, yang sebagian sy kutip dr Media Nasional Liputan 6 :

Penting untuk memahami jenis limbah B3. Hal ini dikarenakan dalam melakukan penanganan terhadap limbah, penting untuk mengetahui bahwa ada jenis-jenis limbah yang ternyata sangat mengancam lingkungan dan kesehatan manusia.

Jenis limbah yang perlu diwaspadai tersebut adalah jenis limbah B3. Limbah B3 merupakan kepanjangan dari bahan beracun dan berbahaya.

Bahan-bahan yang termasuk limbah B3 apabila memiliki salah satu atau lebih karaktersitik seperti mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain yang apabila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.

Karakteristik limbah B3 berdasarkan PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Pasal 5 adalah mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif, dan beracun.

Limbah B3 tidak hanya dihasilkan dari kegiatan industri saja. Melainkan kegiatan rumah tangga juga menghasilkan beberapa limbah jenis ini.

Beberapa contoh limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga domestic seperti bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembersih kaca atau jendela, pembersih lantai, dan lain sebagainya.

Masalahnya kemudian adalah, mengutip dari komentar tokoh KSB di status Facebook Malik Salim, ” Apakah jenis sampah itu akan dibuang dgn pisah, apakah ada 3 truk yg akan angkut, kalau tidak dipisah sama dengan bohong”.

Jika ini yg jadi masalah, maka wajib Pemerintah KONSISTEN sudah sediakan bak sampah, maka juga angkut pisah, sosialisasikan, awasi dan libatkan peran aktif masyarakat.

Tapi sebaliknya, jika tidak konsisten hadirnya pemerintah dgn segala instrumen yg dimiliki, pembiayaan, sumber daya dll, maka sungguh inilah sia-sia seperti yg dimaksud beberapa kalangan, maka lebih baik REJO BAKA RORO (Partisipasi Ril masyarakat).

Untuk membuktikan hal ini, tentu perlu waktu dan dengar kedepan bagaimana langkahnya, karena ini kemudian menjadi pertanyaan publik..Wallahualam,

(Catatan : Apakah Ada data khusus di KSB seberapa besar pengaruh limbah B3 bagi kesehatan masyarakat kita, maka penting disediakan 3 Warna dan bagaimana Pengolahnnya Kedepan)

Sedikit gambaran tentang masalah sampah ini :

NIAT BAIK HARUS PULA DIDUKUNG DENGAN LANGKAH BAIK DAN KONSISTEN.INILAH IJS

Oleh : Indra Irawan LM, S.Kom

Ketua DPC Media Online KSB

Ketua DPW Jurnalis Online Indonesia NTB

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya