Eksekusi Lahan Ricuh, Proyek Terus Jalan

KMCNews, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tetap melanjutkan pembangunan jalan jalur dua dari Hotel Grand Royal – Telaga Baru, meskipun sebagian pemilik lahan menolak terkait besaran uang ganti rugi lahan tersebut.

Jalan yang dibiayai dari APBD Provinsi, ditaksir menghabiskan anggaran Rp 29 miliar, harus bisa dituntaskan di tahun ini juga (2018). Bahkan dari 76 pemilik lahan, tersisa tinggal 5 orang yang masih menolak ganti rugi.

Eksekusi lahan milik warga di Kelurahan Telaga Bertong, kecamatan Taliwang untuk kepentingan pembangunan jalan raya KTC – Telaga Bertong, Kota Taliwang, KSB, Senin (15/10) berlangsung ricuh.

Ratusan aparat Brimob, Personil Polwan Polres Sumbawa Barat dan Sat Pol PP diterjunkan untuk mengamankan jalannya eksekusi itu. Namun, pemilik lahan, Hasanuddin dan keluarganya bersikukuh menolak eksekusi.

Kepada Panitera dan tim Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa yang melaksanakan eksekusi, serta petugas dari Kepolisian yang melakukan pengawalan, Hasanuddin yang hadir bersama istri, dan saudaranya, menegaskan bahwa persoalan ganti rugi lahan rumahnya belum tuntas. Ia juga meminta panitera untuk menyerahkan rincian ganti rugi lahan dimaksud.

Ketegangan berlanjut ketika sejumlah pekerja dan alat berat dikerahkan. Hasanuddin SKM dan keluarganya menghalau mereka. Namun puluhan aparat berhasil mencegah dengan membentuk pagar betis disekitar lokasi yang akan eksekusi.

Sebelum Eksekusi lahan. Panitera PN Sumbawa, membacakan Surat Teguran / Peringatan ke III dari Kepala PN Sumbawa Nomor : 01/PDT.P.KONS/2018/PN.Sbw terhadap lima orang para termohon eksekusi (pemilik lahan) yang dilalui proyek jalan dimaksud, masing-masing Hasanuddin SKM, Zainuddin, Ridha Zain, Umar Abdullah dan Joni Arianto.

“Supaya mereka memenuhi Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor : 01/PDT.P.KONS/2018/PN.Sbw tanggal 23 Januari 2018 dan tanggal 24 Agustus 2018 yang berkaitan dengan penetapan hakim : 5. Penetapatan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Nomor : 6/PDT.P/2018/PN.Sbw tanggal 1 Februari 2018 atas nama termohon Hasanuddin SKM.

“Jika tidak diserahkan secara sukarela maka pengosongan lahan tersebut akan dilakukan secara paksa,” bunyi surat teguran itu yang dibacakan Panitera PN Sumbawa.

Panitera menegaskan, uang ganti rugi lahan milik kelima orang dimaksud saat ini berada di kas dalam rekening di Bank BRI. Para pemilik lahan bisa mencairkan uang ganti kerugian tersebut sewaktu-waktu diinginkan,

“Kalau hari ini mau dicairkan, saya bawa cek, bisa dicairkan di BRI,” ujarnya. (K D)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *