Bermain Jadi Trauma Healing Bagi Anak Korban Gempa

KMCNews, Sumbawa Barat – Gempa berkekuatan 6,9 SR pada Minggu malam (19/8), masi menyisakan banyak trauma pada masyarakat Sumbawa Barat terutama pada anak-anak. Untuk mencegah trauma berujung kepada masalah kesehatan, perlu dilakukan trauma healing.

Bermain menjadi salah satu cara trauma healing yang bisa digunakan untuk mencegah anak-anak dari trauma berkepanjangan.

Seperti yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sumbawa Barat, Perwakilan tim 2 kecamatan Maluk dan Sekongkang, di Aula Kantor Desa Maluk.

Mereka mengajak anak-anak bernyanyi, melakukan permainan, dan bercerita. Trauma healing penting dilakukan untuk menjaga mental anak tetap stabil.

Koordinator Tim 2 (Dua) DP2KBP3A perwakilan Maluk dan Sekongkang, Serro Martono,S.AP mengatakan, kejadian bencana seperti gempa bumi rentan terjadi trauma bahkan gangguan mental baik orang tua maupun anak-anak.

“Gangguan mental rentan terjadi, jadi perlu trauma healing,” kata Serro kepada KMCNews, Sabtu (20/10).

Trauma healing sifatnya mencegah trauma berkepanjangan yang berujung gangguan mental. Karena itu, trauma healing ini dilakukan setiap hari secara rutin.

Jika dibiarkan, dampak psikologisnya anak bisa menyendiri, sedih, dan sulit tidur. Trauma healing bisa dilakukan oleh siapa saja, baik di antara anggota keluarga, atau antar tetangga.

Cara yang paling sederhana adalah dengan mengajak anak bermain atau membiarkan anak bermain dengan pengawasan orang tua.(K D/ K Irfan)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *