Bermain Jadi Trauma Haeling Bagi Anak-Anak Korban Gempa

KMCNews, Seteluk – Gempa berkekuatan 6,9 Skala Ricther menyisakan trauma pada masyarakat Sumbawa Barat, terutama pada anak-anak. Untuk mencegah trauma berujung kepada masalah kesehatan, diperlukan trauma healing.

Bermain menjadi salah satu cara trauma healing yang bisa digunakan untuk mencegah anak-anak dari trauma berkepanjangan. Jika dibiarkan, dampak psikologisnya anak bisa menyendiri, sedih, dan sulit tidur. Trauma healing bisa dilakukan oleh siapa saja, baik di antara anggota keluarga, atau antar tetangga.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah relawan di Posko Bencana Kecamatan Seteluk. Mereka mengajak anak-anak bernyanyi, melakukan permainan, dan bercerita. Trauma healing penting dilakukan untuk menjaga mental anak tetap stabil.

Surya Ningsih mengatakan, kejadian bencana seperti gempa bumi rentan terjadi trauma bahkan gangguan mental baik orang tua maupun anak-anak.

“Gangguan mental rentan terjadi, jadi perlu trauma healing,” kata Relawan Trauma Healing Surya Ningsi Kepada KMCNews, Selasa 11 September 2018.

Trauma healing sifatnya mencegah trauma berkepanjangan yang berujung gangguan mental. Karena itu, trauma healing ini dilakukan setiap hari secara rutin. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengajak anak bermain atau membiarkan anak bermain dengan pengawasan orangtua. (K D)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *