Benarkah Perekonomian KSB Lesu Gara-Gara Ini ?

KSBNews, – Perekonomian masyarakat Sumbawa Barat dalam beberapa bulan terakhir dirasakan lesu oleh sejumlah kalangan terutama pengusaha lokal yang ada, hal tersebut ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat.

Salah satu penyebabnya ditenggarai karena rendahnya hasil emas yang bersumber dari tambang rakyat yang selama ini dirasakan memberikan danpak cukup signifikan.

Fulan (nama disamarkan-red), salah seorang pengusaha pembelian emas hasil tambang rakyat di Taliwang ibukota KSB, saat bincang dengan KMCNews mengaku, jika hasil tambang rakyat diakui merosot tajam paska gempa beberapa bulan lalu.

“ Tahun sebelumnya perhari kami melakukan transaksi pembeliaan emas ini mencapai angka antara Rp. 100 juta bahkan sampai Rp. 200 juta, nah saat ini dalam beberapa bulan terakhir rata-rata hanya Rp. 30 juta perhari,”katanya.

Menurutnya, kalau dihitung dengan pengusaha pembeli emas yang lainnya, jumlah transaksi atau uang yang beredar dari aktivitas jual beli emas ini bisa mencapai angka diatas Rp. 1 Milyar perhari.

Lalu adakah pengaruh hasil tambang rakyat tersebut yang merosot dengan menurunnya daya beli masyarakat, fakta dilapangan berdasarkan pengakuan seorang pengusaha toko pakaiaan misalnya, menyebutkan jika gejala tersebut dirasakan terutama pada saat momentum menjelang hari lebaran kemarin.

“ Kami harus akui jika jelang lebaran tahun tahun sebelumnya, omzet toko pakaiaan kami bisa mencapai angkai Rp. 200 juta, pada tahun ini menurun setengahnya,”ujar salah seorang pengusaha toko pakaian Konventional ini, kepada KMCNews.

Namun disisi lain ternyata pengakuan berbeda disampaikan pengusaha produk sejenis lainnya,yang memasarkan produknya dengan berbasis online.

Pengusaha yang juga enggan namanya diberitakan ini mengaku justru mengalami peningkatan omzet penjualan hingga mencapai 20 persen dari tahun – tahun sebelumnya.

“ Ya saya gak tahu rekan pengusaha lain, mungkin karena saya jualannya juga dengan system online omzetnya justru meningkat pada jelang lebaran tahun ini, kalau hari biasanya stabil sih sekali lagi mungkin karena saya jualnya online barangkali ya,”ujarnya.

Berdasarkan dua pengakuan yang berbeda tersebut, tentu tidak bisa langsung disimpulkan apakah perekonomian dengan tolak ukur daya beli masyarakat itu turun atau naik begitu saja, apalagi jika dilihat dari salah satu sektor penyebabnya.

Namun harus diakui jika hasil dari tambang rakyat juga tak bisa dipungkuri memberi pengaruh ekonomi ditengah masyarakat.

Disisi lain Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama pihak terkait dalam beberapa bulan seperti dilansir media, terus melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang rakyat sejauh ini diawali dari wilayah selatan Sumbawa Barat, terutama karena factor pengaruh lingkungan dan legalitas.

Maka yang penting dalam rangka menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat perlu adanya langkah-langkah terukur dan terarah yang dilakukan Pemerintah guna mencari solusi masalah ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. (K-1)

Beri Komentar Di Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *