oleh

Alumni Teknik Unhas Wilayah Bali-Nusra Galang Donasi Untuk Korban Gempa Sulawesi

Sumbawa Barat, NTB Headlines – Bencana alam geologi berupa gempa bumi kembali mengguncang wilayah indonesia. Kejadian yang terjadi dengan kekuatan 6,2 SR – 7 ST telah memberi efek kejut yg luar biasa.

Bangunan roboh, gedung pemerintah ambruk, rumah sakit ambruk dan telah menimbulkan adanya korban meninggal dunia serta kerugian harta benda lainnya.

Hal ini tentu berimplikasi terhadap semua aspek kehidupan masyarakat yg jadi korban. Banyaknya korban yang membutuhkan bantuan tanggap darurat mengetuk hati sosial semua elemen bangsa dan komunitas negeri.

Termasuk Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk Wilayah Bali Nusra, rencananya Alumni Unhas ini akan bergerak menggalang donasi.

“ Donasi ini kami rencanakan segera dikirimkan ke simpul simpul posko tanggap darurat untuk k segera disalurkan,”ujar Ketua umum Ikatan Alumni Tekni Unhas Bali – Nusra,  Trisman, ST, MP, dalam siaran pers yang diterima NTB Headlines Media Group KMC dan Siberindo.

Dikatakan Trisman yang juga salah satu pejabat muda di KSB ini, gerakan kemanusiaan tentu tidak mengenal teritori wilayah, tidak mengenal suku bangsa dan agama,.

“Semua ini kita lakukan atas dasar kemanusiaan. Semoga indonesia, korban banjir kalimantan selatan, korban gempa sulawesi (majene-mamuju) segera bangkit dan kembali beraktivitas kembali. Amiin,”demikian ungkapnya.

Seperti diketahui, ribuan warga mengungsi setelah gempa dengan kekuatan 6,2 pada Skala Richter mengguncang dengan puluhan kali gempa susulan yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya tsunami.

Gempa merusak setidaknya lebih dari 300 rumah dan dua hotel serta meratakan rumah sakit dan kantor gubernur setempat.

Sumber Foto BBC Indonesia

Aktivitas seismik menyebabkan tiga longsor, memadamkan listrik dan merusak jembatan penting termasuk yang menghubungkan dengan kota Makassar. Hujan deras juga memperparah keadaan, terutama mereka yang mencari tempat berlindung.

Hingga saat ini dilaporkan BMKG seperti dilansir NTB Headlines dari BBC Indonesia,  untuk warga di  Mamuju dan sekitar wilayah Majene mewaspadai gempa susulan sekaligus menjauhi area pantai.

BMKG mengingatkan, gempa yang terjadi di sekitar wilayah Majene termasuk gempa dangkal dengan pusat kedalaman 10 kilometer dari permukaan. Sejak Kamis (14/01) hingga Jumat (15/01), BMKG sudah mencatat 28 kali gempa susulan.(K1)

 

Komentar

Komentar Anda

Berita Lainnya